Puti Guntur Soekarno Sebut Masyarakat Jepang Telah Menjalankan Nilai-Nilai Pancasila

Anggota DPR RI Komisi X, Puti Guntur Soekarno Putri (kanan)
Sumber :
  • Dok. Istimewa

“Dalam tataran praksis, saya kira masyarakat Jepang, langsung atau tidak, telah menjadikan nilai-nilai Pancasila menjadi filosofi dan standar moral masyarakat Jepang terlihat dari rasa kebersamaan, disiplin sosial, pernghormatan terhadap harmoni, serta tanggung jawab kolektif. Dan saya lebih hormat lagi sebab nilai-nilai luhur itu tidak diajarkan secara abstrak, melainkan nyata dalam praktek hidup keseharian masyarakatnya,” ujarnya.

img_title Ikatan Guru TK se-Indonesia Temui Dasco, Minta Diangkat Jadi PPPK

Ia juga menyoroti nilai gotong royong sebagai prinsip penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Menurut Puti, gotong royong sebagai salah satu nilai Pancasila tentu bukan konsep statis, bukan sekedar tindakan, tetapi sebuah prinsip yang menggerakkan, mengorganisir dan memberi arah terhadap kehidupan bersama. Gotong royong hakikatnya adalah pandangan hidup bangsa yang mencerminkan bahwa Indonesia dibangun atas asas ‘semua untuk semua’, bukan ‘yang kuat untuk yang kuat’," kata dia.

img_title Usai Gempa M 7,1 di Jepang, Apakah Wisatawan Masih Aman Berkunjung?

Komitmen terhadap nilai kerja sama tersebut, kata Puti, ia jalankan melalui perannya sebagai Ketua GKSB DPR RI periode 2019–2024.

“Oleh sebab itu, komitmen terhadap nilai kerja sama masyarakat Indonesia dan Jepang juga saya jalankan melalui peran saya sebagai Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI periode 2019-2024, khususnya dalam hubungan dengan Parlemen Jepang. Melalui forum ini, kami berupaya memperkuat hubungan diplomasi Indonesia–Jepang yang bercorak people-to-people diplomacy—diplomasi yang berangkat dari perjumpaan manusia, bukan semata kepentingan negara,” tuturnya.

img_title Korban Tewas Gempa M 7,1 Jepang Jadi 17 Orang

Ketua DPP PDI Perjuangan itu juga mengaku kagum terhadap nilai masyarakat Jepang yang hidup selaras dengan alam. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan pemikiran Megawati Soekarnoputri tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.

Dalam konteks tersebut, Puti menyampaikan pentingnya transfer pengetahuan, khususnya di bidang mitigasi bencana, mengingat Indonesia dan Jepang sama-sama berada di kawasan rawan bencana.

“Itu semua tak lepas dari pemikiran geopolitik Bung Karno menempatkan kerja sama ekonomi bukan sebagai alat dominasi, melainkan sebagai sarana kesetaraan antar bangsa. Di sinilah saya melihat keunggulan Jepang, berkaitan dengan penguasaan riset dan teknologi, serta industri, tanpa meninggalkan ke-arifan lokal yang dipercaya turun-temurun. Nilai lain masyarakat Jepang yang juga saya kagumi, berkaitan dengan tradisi hidup selaras dengan alam,” tuturnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut