Sesalkan Pengeroyokan Maut di Tabanan, Legislator DPR Ingatkan Warga Setop Main Hakim Sendiri

Anggota DPR RI Fraksi PDIP, I Wayan Sudirta
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VoxPop – Anggota Komisi III DPR RI, I Wayan Sudirta menyoroti kasus dugaan pengeroyokan yang menewaskan pria inisial KD di Kabupaten Tabanan, Bali. 

img_title Kawal Kasus Main Hakim Sendiri di Tabanan, KemenHAM Dorong Penyelesaian Konflik Berbasis Prinsip HAM

Diketahui, aksi pengeroyokan terjadi usai KD diduga mencuri ayam di Desa Juuklegi, Tabanan. Kini, sudah lima orang ditetapkan tersangka oleh polisi dalam perkara tersebut.

Menurut dia, masyarakat sebaiknya melaporkan semua persoalan ke aparat penegak hukum apabila terjadi pelanggaran hukum agar ditangani guna menemukan keadilan, serta mengembalikan ketentraman dan ketertiban masyarakat.

img_title DPR Tegaskan Kenaikan Tukin TNI hingga 90 Persen Tak Ganggu Efisiensi Anggaran, Ini Alasannya

“Kalau terjadi pelanggaran hukum, laporkan ke aparat penegak hukum. Masyarakat jangan emosional dan terpancing mengambil tindakan sendiri yang menimbulkan korban jiwa,” kata Wayan melalui keterangannya pada Rabu, 29 Juli 2026.

Untuk itu, Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini meminta aparat penegak hukum khususnya kepolisian agar mengungkap kasus tersebut secara profesional dan berkeadilan agar seluruh pihak dapat menerima proses hukum yang berjalan.

img_title Anggota DPR Minta Kemenkes Cermati Aturan Kemasan Rokok Polos agar Selaras dengan Regulasi

“Aparat penegak hukum khususnya kepolisian agar bertindak tegas dan seadil-adilnya kepada semua pihak, sehingga masyarakat memahami langkah-langkah hukum yang diambil,” ujar Legislator dari Bali ini.

Dalam kesempatan itu, Sudirta juga menyerahkan bantuan pendidikan untuk anak-anak almarhum yang diterima langsung oleh putri bungsunya, Keysia, didampingi ibu dan pamannya, Made Parta.

Ia menegaskan kehadirannya bukan untuk membenarkan dugaan perbuatan almarhum, melainkan bentuk kepedulian terhadap keluarga yang ditinggalkan sekaligus mengajak seluruh masyarakat melakukan introspeksi agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.

“Kami hadir bukan untuk melegitimasi hal-hal yang melanggar hukum, tapi kita semua perlu introspeksi, agar menjauhkan diri dari segala perbuatan negatif yang melanggar hukum, sehingga tidak terjadi lagi korban jiwa seperti ini,” tegas dia.

Selanjutnya, ia berharap bantuan yang diberikan dapat membantu keberlangsungan pendidikan anak-anak almarhum KD. Menurutnya, pendidikan merupakan bekal penting agar generasi yang ditinggalkan tetap memiliki kesempatan membangun masa depan yang lebih baik.

“Semoga dapat membantu pendidikan anak-anak yang ditinggalkan almarhum. Karena melalui pendidikan, masa depan yang lebih baik punya harapan untuk dibangun dengan semangat,” imbuhnya.

Di samping itu, Wayan menegaskan tragedi tersebut menjadi pengingat bahwa pemerintah, aparat penegak hukum dan masyarakat harus sama-sama membangun kesadaran hukum agar tindakan main hakim sendiri tidak lagi terjadi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut