Bareskrim Geledah Kantor Dana Syariah Indonesia di SCBD, Apa yang Dicari?

Ade safri
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Foe Peace Simbolon

Jakarta, VoxPop – Kasus dugaan fraud yang menyeret perusahaan fintech peer to peer (P2P) lending PT Dana Syariah Indonesia (DSI) kian heboh.

img_title Total Dana SAL di Himbara Capai Rp 400 Triliun, Purbaya: Kalau Masih Kurang, Saya Tambah!

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Tipideksus) Badan Reserse Kriminal Polri melakukan penggeledahan kantor DSI di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis, 23 Januari 2026.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan hukum atas dugaan kecurangan dalam pengelolaan dana masyarakat oleh perusahaan berbasis syariah tersebut. Direktur Tipideksus Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Ade Safri membenarkan tindakan penggeledahan yang dilakukan penyidik.

img_title Malaysia Buka Suara soal Pilot Diduga Selundupkan 25 Kg Narkoba ke Indonesia, Regulasi Penerbangan Diselidiki

“Kami melakukan kegiatan upaya paksa penggeledahan di kantor Dana Syariah Indonesia (DSI) di Kawasan SCBD,” ujar Ade Safri kepada wartawan.

Puluhan penyidik mendatangi kantor DSI sekitar pukul 15.00 WIB. Sejumlah barang turut dibawa keluar dari kantor, mulai dari berkas-berkas hingga perangkat printer, yang diduga berkaitan dengan aktivitas dan pengelolaan keuangan perusahaan.
 

img_title Pilot Malaysia Pembawa 70 Ribu Butir Ekstasi ke Indonesia Ternyata Positif Sabu, Ekstasi hingga Kokain

Adapun kasus ini sendiri telah naik ke penyidikan. Meski begitu, Korps Bhayangkara belum menentukan tersangkanya dalam kasus tersebut.

Untuk diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan delapan pelanggaran yang dilakukan penyelenggaran pindar Dana Syariah Indonesia (DSI) sehingga merugikan para pemberi dana (lender) yang dananya gagal dibayarkan. Hal itu terungkap dalam pemeriksaan yang dilakukan.

Hal itu disampaika Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman dalam rapat kerja di Komisi III DPR RI, hari ini. Temuan itu juga telah dilaporkan laporan kepada Bareskrim Polri pada 15 Oktober 2025

“Intinya, kami menemukan adanya indikasi fraud atau tindak pidana. Oleh karena itu, pada tanggal 15 Oktober kami melaporkan masalah ini kepada Bareskrim. Sebelumnya, pada tanggal 13 Oktober, kami meminta bantuan kepada PPATK untuk menelusuri aliran dana tersebut, beberapa hari setelah kami selesai melakukan pemeriksaan di lapangan,” kata Agusman, di Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.

Agusman menjabarkan delapan pelanggaran DSI yang dilaporkan kepada Bareskrim Polri adalah pertama yaitu penggunaan data borrower riil untuk menciptakan proyek fiktif sebagai underlying untuk memperoleh dana baru. Kedua, publikasi informasi yang tidak benar di website untuk menggalang dana lender.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut