Respons Pidato Presiden, Pengamat: Wibawa Negara Lahir dari Ketenangan Pemimpin

Presiden RI Prabowo Subianto
Sumber :
  • Cahyo - Biro Pers Sekretariat Presiden

"Di sinilah problem gaya komunikasi itu muncul. Presiden tentu berhak marah, tegas, bahkan keras. Namun, ruang publik kenegaraan menuntut disiplin emosi," kata dia.

img_title Kadin Puji Kepemimpinan Prabowo: Sangat Visioner dan Strategis

Pieter menekankan dalam demokrasi, legitimasi tidak dibangun lewat intimidasi simbolik, melainkan melalui konsistensi kebijakan dan perbaikan nyata dalam hidup rakyat.

Dia melanjutkan ketika Presiden mengatakan hanya takut pada Tuhan dan rakyat, publik justru berharap ketakutan itu diterjemahkan dalam kepekaan sosial bukan dalam kalimat yang menyerupai logika komando.

img_title Hasan Nasbi soal Prabowo Sebut 'Londo Ireng': Itu Istilah Orang yang Suka Gaduh

Bagi Pieter Zulkifli, kritik tersebut tidak menafikan agenda-agenda besar yang disampaikan Prabowo. Program Makan Bergizi Gratis, hilirisasi, konsolidasi BUMN, dan proyek lingkungan adalah janji kebijakan yang sah untuk diuji.

"Namun, di sinilah ironi muncul. Ketika Presiden terlalu sibuk membela diri di podium, pekerjaan sunyi yang seharusnya berbicara sendiri justru tenggelam oleh retorika. Seperti kata filsuf Lao Tzu, pemimpin terbaik adalah mereka yang hampir tak terasa kehadirannya; ketika pekerjaan selesai, rakyat berkata, 'kami melakukannya sendiri'," kata dia.

img_title Kadin Puji Program MBG Prabowo, Sebut Banyak Anak Pelosok Terbantu

Pieter mengingatkan situasi ekonomi yang dirasakan masyarakat hari ini di mana lapangan kerja yang makin sempit, daya beli yang tertekan, hingga pasar yang bergejolak, membuat publik semakin sensitif terhadap bahasa kekuasaan.

Oleh karenanya, dalam kondisi semacam ini, nada arogan sekecil apa pun mudah dibaca sebagai jarak emosional antara istana dan rakyat. Pieter Zulkifli juga menyinggung sosok Friedrich Nietzsche yang pernah menulis bahwa kehendak untuk berkuasa sering kali menyamar sebagai kehendak untuk diakui.

"Di titik ini, kritik publik menjadi relevan: apakah ketegasan itu lahir dari keyakinan, atau dari kebutuhan untuk diyakinkan? Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk meniadakan niat baik Presiden, apalagi menegasikan mandat demokratisnya," ucap dia.

Dia menegaskan kritik ini adalah undangan untuk koreksi. Seorang presiden tidak perlu mencari validasi di podium; validasi sejati datang dari dapur rakyat yang kembali mengepul, dari pasar kerja yang kembali bergerak, dan dari ekonomi yang memberi harapan.

"Bekerjalah dalam senyap, biarkan hasil yang bersuara. Dalam politik kenegaraan, wibawa tidak lahir dari kalimat 'siapa yang nantang gue', melainkan dari ketenangan seorang pemimpin yang tahu bahwa legitimasi terkuatnya bukan tepuk tangan elite, melainkan kepercayaan rakyat," katanya.

Presiden RI Prabowo Subianto dan PM Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka

Prabowo Sampaikan Belasungkawa Wafatnya Putri Thailand ke PM Anutin

Presiden Prabowo Subianto mengawali pertemuan bilateral dengan PM Kerajaan Thailand Anutin Charnvirakul dengan menyampaikan belasungkawa wafatnya Putri Bajrakitiyabha.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut