Jelang Negosiasi Nuklir di Oman, AS Serukan Warganya Segera Tinggalkan Iran

Negara Iran/Islamic Republic of Iran
Sumber :
  • akurat.co

VoxPop – Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Kamis, 5 Februari 2026, memperbarui peringatan untuk mendesak warga negara Amerika untuk segera meninggalkan Iran atau mencari lokasi yang aman di dalam tempat tinggal mereka atau bangunan aman lainnya jika mereka tidak dapat meninggalkan negara tersebut.

img_title Tak Main-main, Iran Anggap Semua Jenis Ancaman Musuh Nyata dan Bakal Direspon Serius

Peringatan tersebut menyebutkan potensi gangguan komunikasi yang parah, pembatasan penerbangan, dan risiko tinggi penahanan sewenang-wenang, serta menyarankan keberangkatan melalui jalur darat via Armenia atau Turki jika aman.

Seruan ini beredar luas di media sosial dan memicu beragam spekulasi publik -- di tengah upaya negosiasi antara Iran dan AS yang sedang berlangsung hari ini di Muscat, Oman. Seruan ini memicu spekulasi "Apakah Washington akan menyerang Teheran?"

img_title Penembakan di Restoran AS, Sejumlah Orang Dilaporkan Tewas

Unggahan di platform X menyebut peringatan tersebut sebagai "berita terkini", meski sejumlah netizen menilai imbauan itu sebenarnya bukan hal baru.

Peringatan yang pertama kali dirilis pada pertengahan Januari 2026 itu kembali diulang dalam pembaruan keamanan terbaru. Pemerintah AS menegaskan bahwa warga negaranya tidak boleh mengandalkan bantuan evakuasi dari Washington karena tidak adanya kedutaan maupun layanan konsuler Amerika di Iran.

img_title Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran

Imbauan tersebut -- saat itu -- didasari situasi keamanan yang dinilai berisiko, termasuk protes yang terus berlangsung, potensi kerusuhan sipil, serta ancaman penahanan terhadap warga asing. Otoritas AS juga mengingatkan bahwa keterbatasan akses diplomatik membuat kemampuan pemerintah untuk membantu warganya keluar dari Iran sangat terbatas.

Munculnya kembali peringatan itu memicu gelombang reaksi di dunia maya. Sejumlah netizen mengaitkannya dengan kemungkinan eskalasi militer di kawasan, sementara yang lain menilai imbauan tersebut berkaitan dengan protes berkepanjangan di Iran selama lebih dari dua bulan terakhir.

Beberapa unggahan bahkan mempertanyakan apakah peringatan itu menandakan rencana serangan, sedangkan netizen lain menilai pesan tersebut hanyalah pengulangan imbauan lama. Komentar bernada sarkastik juga bermunculan, menyebut peringatan itu sudah disampaikan berkali-kali.

Peringatan darurat ini muncul di tengah periode ketegangan ekstrem antara Washington dan Teheran, bertepatan dengan pembukaan negosiasi nuklir berisiko tinggi di Oman. 

Peningkatan kekuatan militer AS yang signifikan juga sedang berlangsung di Teluk Persia. Evaluasi jalur darat diarahkan melalui Turki dan Armenia—kedua negara tetangga dengan hubungan diplomatik yang berfungsi dengan AS—menunjukkan penilaian serius terhadap peningkatan risiko bagi warga Amerika di Iran.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut