Begini Strategi Asprindo Perkuat Ekonomi Desa

Penandatanganan MoU Asprindo dan PBI Gerbang
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VoxPop – Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (ASPRINDO) kembali melakukan langkah nyata penguatan ekonomi nasional, dengan menandatangani kerja sama dengan Paguyuban BUMDES Indonesia (PBI)-Gerakan Pembangunan Masyarakat Desa (Gerbang Massa). 

img_title Purbaya Tegaskan Ekonomi Kuartal II-2026 Takkan Jauh dari 5,4 Persen, Ini Faktornya

Ketua Umum ASPRINDO Jose Rizal menyatakan, kerja sama ini akan memberikan dampak yang positif. Karena, paparnya, para pelaku usaha desa akan berpeluang melakukan kolaborasi dengan pelaku usaha dari Asprindo, yang relatif mungkin lebih berpengalaman, sehingga dapat secara bersama-sama menggeliatkan dan menguatkan ekonomi masyarakat desa.

"Hal tersebut lah yang ingin kami wujudkan dengan program Kampung Industri. Kami ingin mendorong pertumbuhan ekonomi di mulai dari bawah ke atas. Pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada masyarakat sekitar dan para pelaku usaha lokal," kata Jose di Jakarta, Selasa 17 Februari 2026.

img_title Purbaya Pede Ekonomi Sepanjang 2026 Bakal Tumbuh hingga 6 Persen, Begini Strateginya

Untuk itu, ia menyatakan, kolaborasi ASPRINDO bersama BUMDES akan memegang peran penting sebagai motor penggerak peningkatan ekonomi di desa. 

"Di mana sektor swasta/pengusaha dan entitas desa berkolaborasi untuk memperkuat struktur ekonomi dari akar rumput," ujarnya.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 18.008, Pasar Cermati Indikator Ekonomi dari Inflasi hingga Neraca Dagang

Jose menjelaskan, ada beberapa poin penting yang telah disepakati dalam kemitraan tersebut. Antara lain mewujudkan transfer knowledge dan alih teknologi, melalui pendampingan manajerial dan pengelolaan BUMDES yang lebih profesional, kompetitif, dan memiliki tata kelola (governance) yang baik.

"Kita akan fokus pada pemberdayaan UMKM dan penyerapan produk unggulan Desa (produk local) ke dalam rantai pasok industri yang tergabung dalam jaringan ASPRINDO sehingga dapat memberikan nilai tambah ekonomi masyarakat di Desa," ujarnya.

Selain itu, kerja sama juga akan dijalin dalam hal akses pasar dan digitalisasi, yang memungkinan layanan dan pemasaran BUMDes menjangkau pasar nasional maupun global/ekspor melalui jejaring pengusaha ASPRINDO, dengan menghadirkan offtaker sebagai jembatan kepada pasar modern hingga terciptanya pasar yang kompetitif.

"Kami juga membuka investasi inklusif, yaitu peluang investasi di desa yang berkelanjutan dan berorientasi pada penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat setempat," kata Jose.

Ia berharap momentum penandatanganan kerja sama tersebut, bukanlah akhir, dan tidak hanya menjadi ceremonial belaka, melainkan titik awal bagi kerja nyata dalam membangun ekonomi dari pinggiran sesuai visi Asprindo, mewujudkan Indonesia kaya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut