Langkah Prabowo Gabung Board of Peace Dinilai Tepat dan Berani, Ini Alasannya

Gus Miftah
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Jakarta, VoxPop – Keputusan yang diambil Presiden Prabowo Subianto untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) dinilai tepat dan berani. 

img_title Prabowo dan PM Thailand Komitmen Tingkatkan Perdagangan hingga USD 20 Miliar pada 2030

Miftah Maulana Habiburohman atau akrab disapa Gus Miftah mengatakan keputusan Prabowo itu adalah sebuah inisiatif internasional untuk perdamaian dan stabilisasi Gaza. 

Selain itu, langkah RI yang bakal mengirimkan 5.000 hingga 8.000 personel TNI, merupakan langkah taktis yang berani, tetapi juga sangat tepat secara geopolitik dan kemanusiaan.

img_title Prabowo Prihatin Banyak Kepala Daerah Terjerat Korupsi

Menurutnya, langkah tersebut terlihat melampaui polemik permukaan dan memahami konsistensi kebijakan luar negeri bebas aktif Indonesia. Sebab, lanjut dia, selama bertahun-tahun, Indonesia konsisten mengimbau perdamaian di Palestina. 

"Namun, krisis Gaza membutuhkan aksi nyata, bukan sekadar diplomasi retoris. Dengan bergabung ke BoP—yang diinisiasi dalam konteks rencana perdamaian yang didukung Amerika Serikat—Presiden mengambil opsi menjemput bola," ujar dia dalam keterangannya, Kamis, 19 Februari 2026.

img_title Prabowo ke PM Thailand: Hubungan Kita Sangat Mempengaruhi Asia Tenggara

Dia menjelaskan posisi Indonesia tak lagi hanya sebagai pengamat atau pemberi bantuan logistik jarak jauh, tetapi menjadi aktor kunci yang duduk di meja perundingan dan turun langsung di lapangan.  Indonesia menunjukkan bahwa salah satu bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah.

Selain itu, Gus Miftah mengatakan keputusan mengirimkan 5.000 hingga 8.000 pasukan bukan langkah gegabah. 

"Demikian itu adalah taktik yang tepat untuk menunjukkan profesionalisme militer Indonesia. Pasukan yang dikirim akan fokus pada bantuan teknis, zeni, dan medis untuk memulihkan infrastruktur Gaza," ujar Gus Miftah.

Menurut Gus Miftah, Presiden Prabowo tetap berkomitmen kepada kemerdekaan Palestina. Ia menambahkan Indonesia bisa bertindak sebagai penjaga moral dalam Dewan Perdamaian.

Ia mengatakan bahwa pemerintah Indonesia tak memihak blok manapun, melainkan memihak pada perdamaian itu sendiri. Keikutsertaan itu, kata dia, adalah bukti bahwa Indonesia mampu berdialog dengan semua pihak, termasuk pihak yang berseberangan, demi menghentikan penderitaan rakyat Palestina.

"Keputusan Presiden Prabowo untuk masuk ke BoP mencerminkan karakter kepemimpinannya, berani mengambil risiko, tidak kaku pada pakem lama, dan berorientasi pada hasil. Prabowo memahami bahwa dalam diplomasi abad ke-21, negara yang terlalu ragu untuk mengambil posisi akan ditinggalkan oleh sejarah," pungkas Gus Miftah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut