BGN Suspend 2 Dapur MBG di Ponorogo karena Pemiliknya Ngaku Cucu Menteri

Presiden Becak Listrik sekaligus Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang
Sumber :
  • VoxPop/Rahmat Fatahillah Ilham

Jakarta, VoxPop – Dua orang Kepala SPPG dari Ponorogo, mengejar Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik S. Deyang, hingga ke Blitar, Jawa Timur, akhir pekan lalu. Saat itu, Nanik sedang menggelar sosialisasi dan evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Blitar. 

img_title Bos BGN Sebut Program MBG Jadi Prioritas di Daerah dengan Angka Stunting Tinggi

“Dua Kepala SPPG dari Ponorogo ini jauh-jauh datang ke Blitar untuk menemui saya karena minta perlindungan,” kata Nanik dikutip Selasa, 17 Maret 2026.

Ilustrasi Menu MBG

Photo :
  • Instagram
img_title BGN Temukan 414 SPPG Anomali: Uang Masuk ke Rekening, Tapi Dapur Belum Beroperasi

Rizal Zulfikar Fikri Kepala SPPG Ponorogo Kauman Somorto, dan Moch. Syafi'i Misbachul Mufid dari SPPG Ponorogo Jambon Krebet mengadukan semua yang mereka alami saat mengelola dua SPPG di bawah Yayasan Bhakti Bhojana Nusantara. 

Ternyata, selama berbulan-bulan mereka bersama Pengawas Gizi, dan Pengawas Keuangan selalu ditekan dan diintimidasi sebuah Yayasan yang mengaku dimiliki seorang cucu Menteri

img_title Kadin Puji Program MBG Prabowo, Sebut Banyak Anak Pelosok Terbantu

Yayasan yang membawahi kedua SPPG itu disinyalir juga telah merekayasa pembelian bahan pangan. Dari budget Rp 10 ribu per porsi untuk pembelian bahan pangan yang ditetapkan BGN, mereka hanya membelanjakan Rp 6.500 per porsi. 

Akibatnya kedua Kepala SPPG itu kerap harus nombok, alias menutup kekurangan belanja dari kantong pribadi, agar menu terlihat pantas. 

“Mau nggak mau, Pak, saya kasihan sama adik-adik siswa penerima manfaat,” kata Mufid.

Perbuatan pemilik Yayasan yang menaungi SPPG itu, kata Nanik, sungguh tidak manusiawi dan tidak pantas. 

Selama ini kedua Kepala SPPG itu terus ditekan dan ditakut-takuti, bahwa akan didatangkan polisi atau pengacara, jika tidak mengikuti kemauan Yayasan. Bahkan, semua relawan dan sekolah penerima manfaat pun diminta tanda tangan untuk mengusir kedua Kepala SPPG itu. 

Mendengar keluhan dan pengaduan kedua Kepala SPPG, Nanik pun langsung menugaskan Direktur Pemantauan dan Pengawasan  Wilayah II, Brigjen TNI Albertus Dony Dewantoro bersama Tenaga Ahli Utama Waka BGN bidang Media, Hanibal Wijayanta bersama tim, untuk menginspeksi kedua dapur itu secara langsung.

Nanik mengaku sangat marah karena kedua Kepala SPPG itu direkrut sebagai perwakilan BGN, tapi ada upaya Yayasan untuk menyingkirkan mereka dengan cara-cara yang sangat keji. Karena itu, ia langsung memerintahkan Brigjen Dony untuk menutup dapur itu. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut