Pemantauan Real Time dan Predictive Traffic Policing Dinilai Buat Operasi Ketupat 2026 Berjalan Sukses

Polisi mengatur rekayasa lalu lintas saat arus mudik dan balik Lebaran
Sumber :
  • dok Korlantas Polri

Jakarta, VoxPop – Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Pemerintahan STIK Lemdiklat Polri, Albertus Wahyurudhanto, mengungkap pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 berjalan dengan baik berdasarkan hasil riset akademik yang dilakukan secara objektif menggunakan metode triangulasi.

img_title Polri Tangkap Kurir Ekstasi Jaringan Malaysia, Bawa 9.162 Butir Diupah Hanya Rp700 Ribu

Ia menjelaskan, riset ini menggabungkan tiga sumber data, yaitu survei persepsi masyarakat terhadap 3.200 responden dari 8 Polda, data operasional dari posko terkait pergerakan kendaraan dan kecelakaan lalu lintas, serta metode Delphi yang melibatkan para ahli untuk menganalisis temuan di lapangan.

“Hasil riset menunjukkan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat berjalan dengan baik, meskipun masih terdapat beberapa catatan seperti konsentrasi petugas yang terlalu fokus di jalur darat, padahal kendala juga muncul di simpul transportasi seperti pelabuhan dan rest area,” ujar Albertus saat Audiensi Evaluasi Operasi Ketupat 2026 bersama Kakorlantas dikutip Sabtu, 4 April 2026.

img_title Daftar Jenderal Bintang 3 Polri Pensiun Tahun Ini, Ada Karyoto hingga Fadil Imran

Sementara itu, salah satu keunggulan pelaksanaan Operasi Ketupat tahun ini adalah sistem pemantauan yang sudah berbasis real-time serta penerapan predictive traffic policing berbasis data.

"Operasi Ketupat tahun ini adalah sistem pemantauan yang sudah bersifat real-time. Jika sebelumnya evaluasi hanya pada aspek pelayanan, kini kepolisian mulai beralih ke strategi predictive traffic policing yang berbasis data," ujarnya.

img_title Kapolri Rotasi Sejumlah Kapolres, Ini Daftar Nama yang Dapat Jabatan Baru

Menurutnya, strategi tersebut mampu membangun pemahaman di masyarakat bahwa rekayasa lalu lintas bukan sekadar kewajiban polisi, melainkan kebutuhan publik demi keselamatan dan kelancaran perjalanan masyarakat.

"Strategi ini dinilai mampu membangun pemahaman di masyarakat bahwa rekayasa lalu lintas bukan sekadar kewajiban polisi, tetapi merupakan kebutuhan publik untuk keselamatan dan kelancaran perjalanan masyarakat," katanya.

AstamaOps Komjen Pol Fadil Imran

Polri Tepis Isu Bakal Ada Demo Besar-besaran Imbas Mal Dipasang Pagar, Pastikan Situasi Jakarta Kondusif

Polri meminta masyarakat tak mencemaskan isu-isu liar soal gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dan demo yang akan terjadi pada bulan Agustus 2026.

img_title
VoxPop.co.id
2 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut