Nadiem Minta Maaf Hingga Akui Tak Pahami Budaya Birokrasi

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim (tengah)
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Jakarta, VoxPop – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, menyampaikan pernyataan emosional usai menjalani tujuh bulan masa penahanan terkait kasus yang menjeratnya.

img_title Jelang Sidang Banding, Pengacara Nadiem Desak Hakim Periksa Ulang Saksi dan 2 Bukti Kunci

Dalam sesi doorstop di sela persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa, 14 April 2026, Nadiem memilih untuk melakukan introspeksi diri sekaligus menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada publik dan para tokoh politik.

“Terima kasih teman-teman media. Saya hari ini mau bercerita sedikit. Saya sudah 7 bulan di penjara dan walaupun alhamdulillah saya bersyukur bahwa semua tuduhan tidak terbukti," kata dia.

img_title Pimpinan MPR Serahkan Konsep PPHN ke Prabowo, Bakal Jadi Pedoman Lintas Presiden

Dalam pernyataannya, Nadiem mengakui gaya kepemimpinannya selama menjabat kerap memicu gesekan, terutama karena pendekatan yang dianggap kurang selaras dengan budaya birokrasi.

"Saya ingin mengakui ini, bahwa saya masuk mungkin tidak selalu menghormati budaya birokrasi. Saya bawa banyak sekali orang dari luar masuk ke dalam, para profesional muda yang mungkin menciptakan gesekan-gesekan," ujar Nadiem.

img_title Sidang Perdana Kasus Korupsi Kuota Haji Eks Menag Yaqut Digelar Selasa 11 Agustus

Ia juga menyadari bahwa dirinya terlalu fokus pada aspek profesionalisme kerja, hingga kurang memperhatikan dimensi politik dan sosial yang melekat pada jabatan publik.

"Saya mungkin kurang santun dalam cara penyampaian saya. Saya kurang menghormati dan kurang sowan kepada tokoh-tokoh, baik masyarakat maupun politik. Saya salah tidak memahami bahwa sebagian dari tugas saya adalah fungsi politik," ujar dia.

Dengan nada rendah hati, Nadiem pun menyampaikan permohonan maaf atas sikap dan ucapannya selama menjabat sebagai menteri.

"Untuk itu saya ingin sekali mohon maaf. Saya ingin mohon maaf sebesar-besarnya kalau ada ucapan-ucapan atau perilaku saya pada saat menjadi Menteri yang tidak berkenan," tuturnya.

Lebih jauh, ia mengungkapkan masa tujuh bulan berada di balik jeruji menjadi pengalaman berat, terutama karena harus terpisah dari keluarga dan anak-anak. Meski demikian, Nadiem mengaku tetap optimistis dan menemukan kekuatan dari perjalanan tokoh-tokoh bangsa.

"Hal itu memberikan saya kekuatan, memberikan saya inspirasi, dan itulah alasan kenapa bahkan dalam situasi terpuruk seperti ini, saya masih optimis. Saya masih mencintai negara saya, saya percaya ujungnya keadilan itu masih menjadi azas dasar dari negara Indonesia yang saya cintai ini," katanya.

Mantan Penjabat Gubernur Gorontalo Hamka Hendra Noer keluar dari Gedung Kejaksaan Tinggi Gorontalo

Eks Pj Gubernur Gorontalo Hamka Hendra Jadi Tersangka Korupsi, Tidak Ditahan karena Sakit

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo menetapkan mantan Penjabat Gubernur Gorontalo Hamka Hendra Noer sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut