Pemkot Yogyakarta Bentuk Tim Psikologis Buat Korban Kekerasan Daycare

Pemkot Yogyakarta Bentuk Tim Pendampingan
Sumber :
  • ANTARA/Hery Sidik

Yogyakarta, VoxPop – Pemerintah Kota Yogyakarta segera membentuk tim untuk mendampingi secara psikologis anak-anak korban kekerasan dan penelantaran di Daycare Little Aresha Kelurahan Sorosutan, Umbulharjo, tempat penitipan anak yang digerebek aparat kepolisian, beberapa waktu lalu.

img_title 20 Ambulans Disiagakan Guna Menangani Korban Kebakaran KM. Mutiara Sentosa II

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo setelah menerima audiensi para orang tua korban di Yogyakarta, mengatakan pada prinsipnya orang tua korban minta perlindungan untuk anaknya, termasuk pendampingan psikologis anak-anak karena telah mengalami kekerasan dan penelantaran di daycare.

"Karena anak-anak yang sekarang ini dirasakan ada beberapa anak dengan tanda-tanda yang kurang sehat secara psikologis, sehingga kami sudah diskusi dengan KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia), dengan dinas segera setelah ini langsung rapat untuk membentuk tim pendampingan," kata dia, Minggu, 26 April 2026.

img_title Basarnas: Sebanyak 232 Korban KM. Mutiara Sentosa II Berhasil Dievakuasi

Ilustrasi aksi bullying atau penganiayaan, kekerasan anak

Photo :
  • www.pixabay.com/bykst

Menurut dia, tim pendampingan psikologis yang dibentuk tersebut akan melibatkan berbagai ahli yang dibutuhkan, seperti ahli psikologi anak, ahli tumbuh kembang anak, ahli gizi untuk asupan anak, termasuk ahli pengasuhan.

img_title Korban Meninggal Dunia Kebakaran KM. Mutiara Sentosa II Bertambah Jadi 5 Orang

Terlebih, kata dia, apa yang didengar dari perwakilan orang tua korban, mereka mengeluhkan perlakuan kepada anak anak mereka selama diasuh di tempat penitipan anak tersebut yang membuat orang tua menjadi sedih.

"Sudah kami catat perlakuan-perlakuan yang diindikasikan dilakukan kepada anak-anak mereka. Mereka bersedih kami juga ikut sangat bersedih, karena apa yang dia ceritakan membuat kita sebagai orang tua itu bisa membayangkan seperti apa anak yang tidak bisa protes, dan anak yang belum punya 'bergaining position' seperti apa tapi ada perlakuan itu," katanya.

Ia mengatakan dari audiensi, orang tua juga mengalami gangguan karena stres dengan kondisi yang mengejutkan tersebut, sehingga orang tua menangis dan menginginkan pendampingan secara psikologi kepada orang tuanya.

"Sehingga kita pun juga bersama-sama menyiapkan pendampingan, dan kita punya psikolog-psikolog yang ada di psikolog klinis di puskesmas jumlahnya ada 18 psikolog juga kita siapkan," katanya.

Daycare Little Aresha di Sorosutan, Kelurahan Umbulharjo, Kota Yogyakarta

Photo :
  • Antara

Ia mengatakan apa yang sudah dilakukan aparat kepolisian untuk bertindak cepat dengan menggerebek daycare pada Jumat (24/4) dan melakukan pemeriksaan maraton kepada pengelola, sangat diapresiasi, dan berharap proses hukum terus berjalan.

"Saya kira Pak Kapolres sudah bertindak dengan sangat kreatif dan cepat, kami mengapresiasi. Kemudian terkait dengan orang tua yang hadir di sini kami juga masih akan menghadirkan lagi besok lain-lainnya yang ingin hadir yang ingin menyampaikan keluhan," katanya. (ant)

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi

Menhub Dudy Jamin Pemenuhan Seluruh Hak Para Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi memastikan, pemerintah akan mengawal pemenuhan seluruh hak para korban dan keluarga korban kebakaran KM. Mutiara Sentosa II.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut