BGN Bilang Program MBG jadi Mesin Baru Ekonomi: Rp249 Triliun untuk Belanja di Daerah

Kepala BGN, Dadan Hindayana
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Makassar, VoxPop – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) tidak hanya menyasar peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga mulai menunjukkan dampak signifikan sebagai penggerak ekonomi daerah. Dengan total anggaran mencapai Rp268 triliun, program ini menjadi salah satu intervensi fiskal terbesar yang langsung menyentuh masyarakat hingga ke tingkat lokal.

img_title BGN Periksa 5.355 SPPG, Sudaryono Tegaskan Indikasi Korupsi Berujung Pemecatan Kepala Dapur

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa desain program MBG memang diarahkan untuk menciptakan perputaran ekonomi di daerah melalui skema distribusi anggaran yang langsung masuk ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

Relawan SPPG.

Photo :
  • Dokumentasi BGN.
img_title Bos BGN Sebut Program MBG Jadi Prioritas di Daerah dengan Angka Stunting Tinggi

“Dana itu kita alirkan langsung ke daerah melalui virtual account di setiap SPPG. Sekitar 248–249 triliun mengalir ke bawah dan dibelanjakan di daerah,” ujar Dadan dalam Forum U25 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) yang dihadiri para rektor dari 24  PTN-BH di Makassar, dikutip Rabu, 29 April 2026.

Menurut Dadan, skema ini menjadikan SPPG sebagai pusat aktivitas ekonomi baru di daerah. Setiap unit SPPG mengelola anggaran sekitar Rp1 miliar per bulan, dengan sebagian besar dana tersebut digunakan untuk membeli bahan baku pangan dari masyarakat sekitar.

img_title BGN Laporkan 414 SPPG Bermasalah ke Kejagung Terkait Indikasi Korupsi

Dadan menjelaskan, sekitar 70 persen anggaran SPPG dialokasikan untuk pembelian bahan baku, yang 95 persen di antaranya merupakan produk pertanian, peternakan, dan perikanan lokal. 

“Artinya program makan bergizi ini identik dengan kemandirian pangan lokal, karena hampir seluruh kebutuhan dipasok dari dalam daerah,” katanya.

Dampak ekonomi tersebut terlihat nyata di sejumlah wilayah, salah satunya Jawa Barat. Dengan jumlah SPPG mencapai sekitar 6.200 unit, perputaran dana dari program ini diperkirakan mencapai Rp6 triliun setiap bulan. 

“Di Jawa Barat sudah ada 6.200 SPPG. Artinya sekitar Rp6 triliun per bulan uang beredar di daerah hanya dari program ini,” ungkap Dadan.

Dadan menambahkan, aliran dana dalam skala besar tersebut mulai memberikan efek berantai terhadap perekonomian lokal. Permintaan terhadap komoditas pertanian meningkat, harga produk menjadi lebih stabil, serta aktivitas produksi di tingkat petani dan pelaku usaha kecil ikut terdorong.

Ilustrasi dapur MBG atau SPPG

Photo :
  • Dok BGN

Selain itu, program ini juga berkontribusi pada indikator sosial ekonomi. BGN mencatat adanya tren penurunan angka kemiskinan dan pengangguran di sejumlah daerah, serta penyempitan ketimpangan ekonomi. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut