Heboh Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat Capai Rp 27 Miliar, Mensos: Semua untuk Siswa

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul juga sebagai Sekjen PBNU.
Sumber :
  • Yeni Lestari/VoxPop

Jakarta, VoxPop – Anggaran pengadaan sepatu siswa untuk program Sekolah Rakyat senilai Rp 27 miliar mulai menjadi sorotan masyarakat. Nilainya dianggap besar, terlebih dengan asumsi harga per pasang dapat mencapai Rp700 ribu.

img_title MK Ingatkan Negara Tak Boleh Kurangi Anggaran Pendidikan 20 Persen Apapun Keterbatasan APBN yang Dialami

Menanggapi hal itu, Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, menegaskan seluruh anggaran dalam program tersebut ditujukan untuk kebutuhan siswa.

“Untuk penganggaran nanti detailnya bisa dikonfirmasi lebih lanjut ya. Tapi pada dasarnya penganggaran kita semua untuk siswa. Semua untuk siswa,” ujar Gus Ipul di Kantor Kemenko Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Jakarta Pusat, Rabu 29 April 2026.

img_title Istana Hormati Putusan MK soal Anggaran MBG Dipisah dari Pendidikan: Kami Pelajari Dulu, Mohon Waktu

Ia menjelaskan, kebutuhan siswa dalam program Sekolah Rakyat tidak hanya soal sepatu, tetapi juga mencakup kebutuhan dasar lainnya.

“Intinya, penganggaran di Sekolah Rakyat itu semua adalah untuk kebutuhan siswa, di samping untuk kebutuhan operasional. Kebutuhan siswa apa saja? Untuk makan, untuk minum, untuk seragam, ya termasuk sepatu, dan lain sebagainya,” katanya.

img_title MK: MBG Pakai Anggaran Pendidikan sebagai Cara Pemerintah Penuhi Mandat 20 Persen Dana Pendidikan

Terkait harga yang dinilai tinggi, Gus Ipul menyebut angka tersebut masih berupa alokasi awal dan bisa berubah melalui proses pengadaan.

“Untuk harga, tentu ya itu nanti kan alokasinya. Lha nanti kan ada proses lelang dan lain sebagainya, bisa jadi harganya lebih murah dari alokasi yang ada,” jelasnya.

Ia juga menegaskan proses pengadaan akan diawasi ketat untuk mencegah penyimpangan.

“Kami sudah sampaikan kepada teman-teman yang bertanggung jawab terhadap pengadaan di Kementerian Sosial untuk tidak main-main. Kerjanya diawasi, tidak hanya oleh lembaga-lembaga resmi, tapi juga oleh masyarakat luas. Jangan melakukan penyimpangan, jangan mau diintervensi oleh siapapun,” tegasnya.

Gus Ipul memastikan dirinya tidak akan ikut campur dalam proses tersebut.

“Saya dan Pak Wamen telah berkomitmen untuk tidak akan ikut-ikut dalam proses pengadaan. Lakukan sesuai prosedur, sesuai ketentuan yang ada. Jika ada pelanggaran, saya sendiri tidak segan-segan akan melaporkan ke aparat penegak hukum,” ujarnya.

Sebelumnya, rencana pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat sempat ramai diperbincangkan di media sosial.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Kementerian Sosial (Kemensos) diketahui mengalokasikan dana sekitar Rp27 miliar untuk kebutuhan tersebut pada 2026.

Anggaran itu ditujukan untuk pengadaan 39.345 pasang sepatu bagi siswa. Berdasarkan dokumen Rencana Umum Pengadaan (RUP) Kemensos Tahun Anggaran 2026 di sistem SiRUP, harga per pasang sepatu dipatok sekitar Rp700 ribu, dengan total nilai mencapai Rp27.541.500.000 yang bersumber dari APBN.

Program ini dijalankan oleh Sekretariat Jenderal Kemensos melalui mekanisme e-purchasing dan direncanakan berlangsung sepanjang Januari hingga Desember 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Sekolah Rakyat.

Meski begitu, dalam dokumen tersebut belum dijelaskan secara rinci spesifikasi sepatu yang akan dibeli. Informasi yang tersedia hanya menyebut produk dalam negeri, tanpa keterangan lebih lanjut soal bahan, standar kualitas, maupun detail teknis lainnya.

tvOnenews/Rika Pangesti

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Istana Kepresidenan

Purbaya Pastikan Anggaran Sekolah Rakyat dari APBN Berjalan Optimal

Purbaya menegaskan komitmen negara dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui dukungan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

img_title
VoxPop.co.id
1 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut