GMKI Tegaskan Pengalaman Perdamaian Tak Boleh Disalahpahami

Sekretaris Forum Senior GMKI, Rouli Rajagukguk
Sumber :
  • dok. istimewa

Jakarta, VoxPop – Sekretaris Forum Senior GMKI, Rouli Rajagukguk menilai laporan yang dilayangkan kepada Wapres Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla justru dengan sengaja menggeser dari hal yang diskursus substantif menjadi konstruksi opini yang berpotensi menjadi konflik kepentingan di lapangan.

img_title Pilkada Usai, GMKI Jakarta Serukan Persatuan dan Penghormatan Hasil Demokrasi

"Pertama, tuduhan yang dibangun tidak berangkat dari pemahaman utuh atas isi ceramah, melainkan dari potongan pernyataan yang dilepaskan dari konteks. Praktik semacam ini bukan sekadar keliru, tetapi berpotensi membentuk persepsi publik yang tidak berdasar," kata dia dalam keterangannya, dikutip Kamis, 7 Mei 2026.

Rouli mengatakan bahwa analisis atas realitas konflik sosial di Indonesia, bukan pernyataan teologis, apalagi penilaian terhadap ajaran agama tertentu. Ia menilai mengubah analisis konflik menjadi isu penistaan adalah bentuk distorsi yang serius.

img_title GMKI Kritik Perubahan Status Cagar Alam Mutis Timau NTT: Berpotensi Ciptakan Konflik Sosial

"Ketiga, saya mempertanyakan motif di balik upaya mendorong isu ini ke ranah pidana. Ketika ruang akademik dan diskursus publik dipaksa masuk ke logika kriminalisasi, yang terancam bukan hanya satu tokoh, tetapi kualitas demokrasi kita secara keseluruhan," katanya.

Selanjutnya, Rouli menyayangkan jika isu keagamaan digunakan sebagai alat untuk membangun tekanan opini atau kepentingan jangka pendek. Pendekatan semacam ini, lanjut dia, berisiko memperkeruh hubungan sosial yang selama ini dijaga dengan susah payah.

img_title Dukung Program Makan Gizi Gratis Era Prabowo, Jefri GMKI: Investasi Jangka Panjang yang Strategis

"Kelima, Bapak Jusuf Kalla adalah tokoh yang terlibat langsung dalam penyelesaian konflik di berbagai wilayah Indonesia. Pernyataan yang disampaikan lahir dari pengalaman konkret di lapangan. Mengabaikan konteks ini dan justru membangun tuduhan sepihak menunjukkan ketidakseriusan dalam memahami persoalan," katanya.

Maka itu, Rouli mengajak publik untuk bersikap jernih dan positif terhadap narasi yang berkembang, serta tidak mudah terpengaruh oleh potongan informasi yang tidak utuh. 

Ia menegaskan perbedaan pandangan seharusnya dijawab dengan argumen, bukan dengan pelabelan atau kriminalisasi. Terlebih, lanjut dia, memotong bagian-bagian video yang menyesatkan, dan menyebarkan secara liar diruang publik dengan narasi-narasi yang memprovokasi dibalut oleh ajaran agama tertentu.

"Justru, kita semua harusnya berterima kasih kepada Bapak Jusuf Kalla yang mampu menyelesaikan konflik-konflik yang terjadi di beberapa Wilayah Indonesia, sehingga Bangsa Indonesia sampai saat ini tidak terpecah belah," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut