Fakta Baru Kecelakaan Bus ALS vs Truk Tangki di Muratara Diungkap Kernet

Kecelakaan Bus ALS di Muratara
Sumber :
  • Antara

Muratara, VoxPop – Tragedi kecelakaan maut antara Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, mulai menemukan titik terang. Polisi kini mendalami kesaksian kernet bus yang selamat dari insiden mengerikan yang menewaskan 16 orang tersebut.

img_title Polda Sumsel Tak Kasih Ampun Mafia Migas, 1,26 Juta BBM Ilegal Disita Sepanjang 2026

Tim gabungan Polda Sumatera Selatan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan menghadirkan kernet Bus ALS bernama M. Fadli bin Ibrahim. Dalam proses itu, polisi mencocokkan keterangan saksi dengan kondisi di lokasi kecelakaan yang sempat memicu kobaran api besar.

 Fadli mengungkap momen menegangkan sesaat sebelum tabrakan maut terjadi. Menurut dia, sopir bus berusaha menghindari jalan berlubang ketika kendaraan melaju di Jalinsum.

img_title Bertambah Lagi, Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel Jadi 19 Orang

“Kita menghindari lubang. Jadi datanglah mobil (truk tangki) arah sana kencang kan, jadi menghantam,” kata Kernet bus ALS, Fadli dikutip dari tvOne.

Bus disebut melaju dengan kecepatan sekitar 80 kilometer per jam sebelum kecelakaan terjadi. Saat sopir membelok menghindari lubang, dari arah berlawanan muncul truk tangki yang melaju cepat hingga tabrakan tak bisa dihindari. Benturan keras itu langsung memicu ledakan dan api besar yang melahap kedua kendaraan.

img_title Nyalip Sampai Keluar Jalur, Fortuner WNA Tiongkok Tabrak Prajurit TNI AL hingga Tewas

“Langsung hidup api, sampai langsung hidup api,” ujar Fadli.

Ia juga mengungkap kondisi penumpang saat kejadian. Sebagian besar penumpang disebut tidak sempat menyelamatkan diri karena tengah beristirahat selama perjalanan malam.

“Penumpang ada yang tidur, ada yang main HP,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 16 orang dilaporkan tewas dalam kecelakaan tersebut. Rinciannya, 14 korban berasal dari Bus ALS, sementara dua lainnya merupakan sopir dan kernet truk tangki BBM. Polda Sumatera Selatan menyebut proses identifikasi korban masih terus berlangsung. Dari total korban meninggal dunia, 10 orang telah berhasil dikenali identitasnya oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

Kepala Bidang Humas Polda Sumsel Komisaris Besar Polisi Nandang Mu’min Wijaya mengatakan seluruh jenazah sebelumnya dibawa ke RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang untuk proses identifikasi.

“Proses identifikasi dilakukan secara intensif oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sumsel bersama Tim DVI Pusdokkes Mabes Polri,” ujar Nandang, Kamis, 7 Mei 2026.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut