Aturan Nikotin dan Tar Dinilai Perlu Disusun Secara Hati-hati

Ilustrasi Tembakau
Sumber :
  • freepik

VoxPop – Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), Sarmidi Husna menilai, penyusunan aturan terkait pembatasan kadar maksimal nikotin dan tar dalam produk tembakau perlu melibatkan berbagai pihak agar kebijakan yang dihasilkan dapat diterapkan secara efektif.

img_title Kematian Dokter Magang Siti Zahra Maghfira Ditegaskan Bukan Dipicu Jam Kerja, Ini Penjelasan Menkes

Hal tersebut disampaikan Sarmidi menanggapi amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 mengenai pengaturan kadar nikotin dan tar.

Menurut Sarmidi, pembahasan regulasi tersebut perlu dilakukan secara bijak dan komprehensif karena menyangkut banyak sektor, mulai dari petani tembakau hingga industri rokok nasional.

img_title Kematian dr. Siti Zahra Tambah Daftar Duka, Dokter Ini Minta Evaluasi Besar: Bukan Saatnya Saling Menyalahkan

Ia menilai kebijakan yang tengah disiapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) berpotensi menimbulkan dampak luas apabila tidak mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan.

Sarmidi menjelaskan, varietas tembakau lokal di Indonesia secara alami memiliki kandungan nikotin yang relatif tinggi. Karena itu, jika batas nikotin dan tar ditetapkan terlalu rendah mengikuti standar internasional tertentu, ia khawatir hasil tembakau dalam negeri tidak lagi terserap industri.

img_title Kemenkes Investigasi Kematian Dokter Internsip Siti Zahra Maghfira yang Jatuh dari Lantai 18 Apartemen

Kondisi tersebut dinilai bisa memengaruhi keberlangsungan industri kretek nasional yang selama ini menggunakan bahan baku lokal. Selain industri, dampaknya juga disebut dapat dirasakan petani tembakau dan tenaga kerja di sektor pertembakauan.

“Nah ini yang perlu didiskusikan, dimusyawarahkan, jangan sampai membuat aturan tapi tidak bisa diaplikasikan atau dipertahankan kita sendiri,” ujar Sarmidi dalam keterangan tertulis, Selasa, 19 Mei 2026.

Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan kementerian lain dalam penyusunan kebijakan tersebut, khususnya kementerian yang berkaitan langsung dengan sektor pertanian dan ketenagakerjaan.

Menurutnya, Kementerian Pertanian dan Kementerian Ketenagakerjaan memiliki pemahaman terkait kondisi petani tembakau serta tenaga kerja di industri rokok sehingga aspirasinya perlu dipertimbangkan dalam proses penyusunan regulasi.

Sarmidi berpandangan aturan yang dibuat pemerintah sebaiknya tetap memperhatikan kepentingan nasional, termasuk keberlangsungan mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada industri tembakau.

“Kebijakan itu harus membawa solusi. Kalau tidak ada solusinya, ya perlu kita persoalkan kebijakan itu,” tegas Sarmidi.

Sekjen Partai Demokrat, Herman Khaeron di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta

Anggota DPR Minta Kemenkes Cermati Aturan Kemasan Rokok Polos agar Selaras dengan Regulasi

Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron meminta Kemenkes menyusun aturan kemasan rokok polos secara selaras dengan regulasi lain serta mempertimbangkan aspek perlindungan

img_title
VoxPop.co.id
30 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut