Peringatan 28 Tahun Reformasi Batal Digelar, Begini Kronologi dan Penjelasan Panitia

Tokoh Aktivis 98 Ubedilah Badrun
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VoxPop – Rencana kegiatan peringatan 28 Tahun Reformasi 1998 yang digagas sejumlah aktivis 98, akademisi, mahasiswa, hingga kelompok pekerja dilaporkan batal digelar. Hal ini lantaran pihak Hotel Naraya membatalkan izin penggunaan lokasi acara secara sepihak.

img_title Prabowo Perintahkan Single National Identity Card Segera Dieksekusi

Pembatalan tersebut menuai sorotan dari panitia penyelenggara karena dilakukan secara mendadak, meski sebelumnya telah ada surat konfirmasi resmi penggunaan tempat dan pembayaran sewa telah dilunasi.

Tokoh Aktivis 98, Ubedilah Badrun, menjelaskan kegiatan semula dijadwalkan berlangsung di Gedung University Training Center (UTC)-UNJ/hotel yang berlokasi di Rawamangun, Jakarta Timur. Menurut dia, panitia sebelumnya telah menerima Confirmation Letter dari pihak hotel pada 19 Mei 2026 sebagai persetujuan penggunaan ruangan untuk acara peringatan Reformasi 1998 tersebut.

img_title Purbaya Sebut Optimalisasi Penerimaan Negara 2025 Ditopang Reformasi Perpajakan

Selain itu, seluruh biaya sewa tempat disebut telah dibayarkan sesuai kesepakatan yang berlaku antara panitia dan pihak hotel. Namun, sehari setelah surat konfirmasi diterbitkan, tepatnya pada 20 Mei 2026 sore, pihak hotel mengirimkan surat pembatalan penggunaan lokasi acara secara sepihak.

“Di dalam surat pembatalan tersebut tidak dijelaskan alasannya secara tertulis, hanya ada kalimat bahwa pembatalan tersebut dikarenakan alasan satu dan lain hal,” kata Ubedilah Badrun, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Kamis, 21 Mei 2026.

img_title Reformasi Agraria Dinilai Jadi Kunci Atasi Konflik Lahan dan Ketahanan Pangan

Panitia juga mengungkap adanya informasi yang diterima melalui sambungan telepon sebelum surat pembatalan diterbitkan. Dalam komunikasi tersebut, disebut terdapat pihak lain yang meminta agar kegiatan dibatalkan.

Meski demikian, identitas pihak yang dimaksud tidak dijelaskan secara rinci kepada panitia. Atas pembatalan tersebut, panitia mempertanyakan kemungkinan adanya tekanan terhadap penyelenggaraan kegiatan yang mereka sebut sebagai ruang refleksi perjalanan Reformasi 1998 dan kondisi demokrasi Indonesia saat ini.

“Kami mempertanyakan siapa pihak yang meminta Naraya membatalkan acara Peringatan 28 Tahun Reformasi tersebut,” ujarnya.

Menurut Ubedilah, kegiatan peringatan Reformasi 1998 memiliki makna penting karena berkaitan dengan tonggak sejarah perubahan politik di Indonesia pasca runtuhnya rezim Orde Baru. “Reformasi 1998 adalah tonggak sejarah penting Republik Indonesia,” ujarnya.

Panitia menilai Reformasi membawa sejumlah agenda besar, mulai dari upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat, memperkuat supremasi hukum, memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), hingga membatasi kekuasaan presiden serta memperkuat otonomi daerah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut