KNKT: Butuh Waktu 2-3 Bulan Simpulkan Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dalam rapat bersama Komisi V DPR RI
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube TV Parlemen

Jakarta, VoxPop – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan butuh waktu 2 sampai 3 bulan untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan maut KRL vs KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.

img_title Viral Pria Nekat Gelantungan di Gerbong KRL Jurusan Tanjung Priok, KAI Commuter Langsung Blacklist!

"Kita harap kalau semuanya lancar antara 2 sampai 3 bulan ya," ucap Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, dikutip Jumat, 22 Mei 2026.

"Mudah-mudahan bisa kita ambil kesimpulan," sambungnya. 

img_title Suara Game Mobile Legend Terdengar dari Speaker Stasiun KRL, Netizen Soroti Petugas Sedang Push Rank

Sementara itu Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menjelaskan kronologi kecelakaan KRL vs Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026 lalu yang menewaskan 16 orang. 

Dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Dudy memutar video ilustrasi kecelakaan tersebut. Dia menyebut awalnya Kereta KA Commuter Line 5568A tiba pukul 20.34, lebih awal 1 menit di Stasiun Bekasi. Disusul Kereta 116B Sawunggalih tiba di Bekasi 20.35, terlambat 5 menit dari jadwal.

img_title Bandara Husein Bandung Kembali Beroperasi Mulai Agustus 2026, Layani Rute Domestik hingga Internasional

Gerbong KRL yang tertabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

Photo :
  • Yeni Lestari/VoxPop

Kereta Sawunggalih itu berhenti di Stasiun Bekasi untuk menaikkan penumpang dan kembali berangkat sekitar pukul 20.37 WIB dan melintasi Stasiun Bekasi Timur pukul 20.39 WIB.

Tak berselang lama, sebuah taksi dilaporkan mogok di tengah rel kawasan Stasiun Bekasi Timur dan pada pukul 20.48 WIB KA 5181B relasi Cikarang-Jakarta melintas hingga terjadi temperan.

"Sebuah taksi mogok di tengah rel. KA 5181B Cikarang-Jakarta pukul 20.48 melintas dan kemudian terjadi temperan dengan taksi tersebut," kata Dudy dalam rapat, Kamis, 21 Mei 2026.

Dudy menyebut kejadian tersebut memicu kerumunan warga untuk melihat langsung peristiwa kereta tertemper dengan mobil taksi. 

Pada saat bersamaan, KA 5568A yang telah terlambat 8 menit diberangkatkan pukul 20.45 dari Stasiun Bekasi dan tiba di Stasiun Bekasi Timur pada 20.49 WIB. 

"Kereta tersebut sempat berangkat, namun terhenti atau berhenti karena adanya kerumunan di depan untuk melihat kejadian temperan tersebut," ungkap dia.

Tak lama setelahnya, KA Argo Bromo Anggrek melintasi Stasiun Bekasi sekitar pukul 20.51 WIB. Lebih awal 3 menit dari jadwal dengan kecepatan 108 km/jam. 

"Tumburan terjadi pada jam 20.52 WIB," jelas Dudy.

QRIS Tap di MRT

Tak Perlu Scan QR Lagi, Bayar MRT hingga KRL Kini Cukup Tempel HP Android

Berbeda dengan QRIS konvensional yang mengharuskan pengguna memindai kode QR, sistem ini memungkinkan transaksi cukup dilakukan dengan menempelkan ponsel.

img_title
VoxPop.co.id
30 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut