KDM dan Pemprov Jabar Percepat TPPAS Legok Nangka, Fasilitas Olah 2.131 Ton Sampah per Hari Segera Dibangun

Ilustrasi sampah.
Sumber :
  • Freepik.

Dengan cakupan layanan yang luas, TPPAS Legok Nangka diproyeksikan menjadi salah satu fasilitas pengolahan sampah regional terbesar di Jawa Barat.

img_title Dedi Mulyadi Adakan Sayembara Tangkap Begal Dapat Rp50 Juta, Wamendagri Bilang Begini

Mampu Olah 2.131 Ton Sampah per Hari

Dalam perencanaannya, TPPAS Regional Legok Nangka akan memiliki kapasitas pengolahan sampah mencapai 2.131 ton per hari.

img_title Dedi Mulyadi Gelar Sayembara Tangkap Begal, Yusril: Jangan Main Hakim Sendiri, Mereka Harus Ditangkap Hidup-hidup

Kapasitas tersebut memungkinkan fasilitas ini menangani volume sampah dalam jumlah besar yang berasal dari beberapa kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemrosesan akhir, fasilitas ini juga akan menerapkan teknologi Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

img_title Polemik Sayembara Begal, Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli

Melalui teknologi tersebut, sampah yang masuk tidak hanya diproses untuk mengurangi volume limbah, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sumber energi yang dapat menghasilkan listrik.

Penerapan teknologi WtE menjadi salah satu upaya untuk mendorong pengelolaan sampah yang lebih modern dan bernilai tambah, sekaligus mendukung pengembangan energi berbasis sumber daya alternatif.

KDM Sebut Jadi Solusi Jangka Panjang

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa keberadaan TPPAS Regional Legok Nangka diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam sistem pengelolaan sampah regional di Jawa Barat.

Menurut Dedi, fasilitas tersebut akan membantu mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir yang saat ini menghadapi keterbatasan kapasitas.

“TPPAS Regional Legok Nangka akan mengurangi ketergantungan terhadap fasilitas pembuangan akhir yang telah mengalami keterbatasan kapasitas,” ujar Dedi Mulyadi.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menilai pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi menjadi kebutuhan mendesak untuk menjawab persoalan sampah yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Selain mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik, proyek ini juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi sistem pengolahan sampah regional.

Kejar Financial Close Akhir 2026

Setelah penandatanganan perubahan dan pernyataan kembali perjanjian kerja sama ini, tahapan berikutnya yang akan dilakukan adalah pemenuhan pembiayaan atau financial close.

Proses tersebut ditargetkan dapat diselesaikan pada akhir tahun 2026 sebagai bagian dari persiapan menuju tahap konstruksi penuh.

Apabila seluruh proses pembiayaan berjalan sesuai target, percepatan pembangunan fisik TPPAS Regional Legok Nangka akan segera dilakukan di lapangan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut