Kronologi Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Temukan 2 Alat Pelacak di Mobilnya Usai Demo Gejayan, Muncul Notifikasi
- Instagram Tiyo Ardianto
Jakarta, VoxPop – Mantan Ketua BEM UGM (Universitas Gadjah Mada), Tiyo Ardianto, menemukan dua alat pelacak yang terpasang di bawah mobilnya usai mengikuti aksi unjuk Rasa dj Gejayan, Yogyakarta.
Hal tersebut dibagikan Tiyo Ardianto melalui unggahan di Instagram pribadinya, Minggu 14 Juni 2026. Tiyo sebelumnya sempat menemukan sebuah perangkat berbentuk kotak berwarna hitam di bagian bawah mobil.
Namun tidak berselang lama, Tiyo Ardianto mengaku kembali menemukan benda lain yang serupa.
Benda kedua tersebut berbentuk bulat pipih dan ditemukan masih menempel pada bagian bawah mobilnya.
Kasus ini menyita perhatian karena terjadi di tengah maraknya aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di sejumlah daerah dalam beberapa hari terakhir.
Selain Yogyakarta, gelombang unjuk rasa juga berlangsung di Jakarta, Semarang, hingga Solo dengan berbagai isu yang diangkat oleh mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil.
“Teman-teman, sesudah alat berbentuk kotak yang semalam saya temukan itu diamankan, sore ini muncul lagi notifikasi di ponsel saya. Ternyata masih ada alat berbentuk lingkaran pipih menempel di ban bagian kanan-belakang,” tulis Tiyo dalam unggahan Instagram-nya, dikutip Senin 15 Juni 2026.
Menurut Tiyo Ardianto, benda kedua itu ditemukan saat dirinya sedang melakukan perjalanan menuju Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang, sebelum bertolak ke Makassar.
“Saya menemukan ini dalam perjalanan menuju Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang untuk berangkat ke Makassar. Saya menulis ini setiba di Makassar sebagai update sementara. Segera saya akan catat keterangan yg lebih lengkap,” ujar Tiyo Ardianto.
Dalam unggahan yang sama, Tiyo menegaskan tidak akan menghentikan upayanya mengungkap persoalan tersebut.
“Kita tidak akan berhenti di sini. Kita tidak akan berhenti hari ini. Semakin diteror, semakin gacor,” tulisnya.
Berawal Usai Aksi Gejayan
Tiyo Ardianto diketahui menghadiri aksi Aliansi Rakyat Memanggil yang berlangsung di kawasan Gejayan, Kabupaten Sleman, pada Sabtu 13 Juni 2026.
Setelah meninggalkan lokasi demonstrasi, ia mengaku menerima peringatan melalui telepon genggamnya yang mengindikasikan adanya alat pelacak pada mobilnya.
Malam harinya, Tiyo Ardianto mengunggah rekaman video saat melakukan pemeriksaan di bagian bawah mobil. Dari pengecekan tersebut, ditemukan sebuah perangkat kecil berwarna hitam berbentuk kotak yang menempel di area dekat dudukan ban cadangan.
Namun setelah alat pertama dilepas dan diamankan, ponselnya kembali mengeluarkan notifikasi serupa. Hal itu mendorong Tiyo Ardianto melakukan pemeriksaan lanjutan hingga akhirnya menemukan benda kedua yang disebut menempel pada bagian ban kanan belakang kendaraan.
Informasi mengenai temuan tersebut disampaikan setelah dirinya tiba di Makassar. Tiyo Ardianto mengatakan akan memberikan penjelasan yang lebih rinci terkait peristiwa itu dalam waktu dekat.
"Ini adalah alat pelacak yang namanya PBX Finder. Saya tahu ini karena muncul di notifikasi ponsel saya. Kemudian tadi kita cari dan kita temukan alat pelacak ini ada di bawah kendaraan," ujar Tiyo melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
Tiyo Ardianto juga mengecam pemasangan alat pelacak tersebut dan menilai tindakan itu sebagai bentuk intimidasi terhadap pihak-pihak yang menyampaikan kritik.
"Ini adalah satu kejadian yang sangat menjijikkan, yang menunjukkan betapa menjijikkannya juga rezim yang hari ini sedang berkuasa. Kita yang mengkritik untuk perbaikan bangsa dengan ketulusan cinta justru dibalas dengan ancaman dan marabahaya," ujar Tiyo Ardianto
"Mari rekan-rekan kita pastikan bahwa semakin ditekan semakin melawan, semakin diteror semakin gacor, semakin diintimidasi direpresi, maka semakin cepat hari-hari revolusi," sambungnya.
