Kehadiran Pejabat di Kampus Disebut Cerminkan Keterbukaan Pemerintah
- dok.Kementan
Lebih lanjut, Ayip mengingatkan agar peristiwa di UGM tidak membuat pemerintah enggan mendatangi kampus-kampus yang dikenal kritis. Sebaliknya, ia mendorong agar forum diskusi antara pemerintah dan mahasiswa justru semakin diperbanyak.
Menurutnya, semangat kritik yang menjadi ciri khas dunia akademik tetap penting dijaga. Namun, kritik tersebut tidak seharusnya menghilangkan kesempatan bagi narasumber untuk menyampaikan pandangan maupun penjelasan atas kebijakan yang dijalankan.
"Sudaryono, Nusron, dan Budiman telah menunjukkan satu hal penting, pejabat publik perlu hadir di ruang yang kritis. Langkah itu patut diapresiasi dan diperluas. Yang dibutuhkan sekarang bukan hanya sekedar dialog, tetapi harus lebih banyak dialog yang jujur, terbuka, dan beradab. Sebab kampus seharusnya menjadi tempat kekuasaan diuji dengan argumentasi, bukan tempat perbedaan pendapat dikalahkan oleh kemarahan," kata dia lagi.
