Terungkap Sosok Pontjo Sutowo! Pemilik Hotel Sultan Jakarta yang Bermasalah Sengketa

Pontjo Sutowo
Sumber :
  • Instagram

Jakarta, VoxPop – Nama Pontjo Sutowo kembali menjadi perhatian publik seiring bergulirnya proses eksekusi lahan Hotel Sultan Jakarta di kawasan Blok 15 Gelora Bung Karno (GBK), Kamis 18 Juni 2026. Langkah tersebut menjadi babak terbaru dari sengketa panjang antara pemerintah dan PT Indobuildco, perusahaan yang selama ini mengelola Hotel Sultan.

img_title Tinjau Langsung ke Bekasi, PN Jakpus Pastikan Barang Eks Hotel Sultan Tersimpan Aman

Dalam pelaksanaan eksekusi, aparat gabungan mengerahkan sekitar 3.161 personel untuk mengamankan jalannya proses. Perkembangan ini terjadi setelah serangkaian putusan hukum menguatkan posisi negara terkait kepemilikan lahan yang selama puluhan tahun menjadi objek perselisihan.

Di balik polemik tersebut, sosok Pontjo Sutowo ikut menjadi sorotan. Pengusaha senior itu merupakan Direktur Utama PT Indobuildco sekaligus penerus pengelolaan Hotel Sultan yang sebelumnya dibangun oleh keluarganya.

img_title Mensesneg: Hotel Sultan Bakal Dioptimalkan untuk Pemasukan Negara

Siapa Pontjo Sutowo?

Pontjo Sutowo lahir di Palembang pada 17 Agustus 1950. Ia merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara dari pasangan Ibnu Sutowo, mantan Direktur Utama Pertamina pada era Orde Baru.

img_title Ahli Waris Hotel Sultan Gugat PPKGBK Rp14,5 Triliun, Sengketa Lahan Kembali Memanas di Pengadilan

Seperti dirangkum dari berbagai sumber, masa kecil Pontjo dihabiskan di Palembang sebelum keluarganya pindah ke Jakarta pada 1956 mengikuti penugasan sang ayah. Pendidikan dasarnya ditempuh di SR Santo Xaverius Palembang, kemudian dilanjutkan di Perguruan Cikini Jakarta hingga tingkat SMA. Saat bersekolah di sana, Pontjo diketahui pernah menjadi adik kelas Megawati Soekarnoputri.

Ia kemudian menyelesaikan pendidikan menengah di SMA Katolik Pangudi Luhur. Setelah lulus, Pontjo melanjutkan kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknik Mesin pada 1969. Namun studinya tidak diselesaikan karena alasan kesehatan. Selanjutnya, ia meneruskan pendidikan di Fakultas Teknik Universitas Trisakti.

Latar belakang teknik tersebut menjadi bekal yang membantunya memasuki dunia bisnis sejak usia muda.

Mengawali Bisnis dari Galangan Kapal

Karier usaha Pontjo dimulai ketika usianya masih sekitar 20 tahun. Bersama saudaranya, Adiguna Sutowo, ia mendirikan PT Adiguna Shipyard yang bergerak di bidang galangan kapal.

Sebelum perusahaan itu berdiri, Pontjo sempat mencoba berbagai usaha secara mandiri, salah satunya menjual motor tempel kapal bermerek Mercury di kawasan Pintu Air, Jakarta Pusat.

PT Adiguna Shipyard awalnya memproduksi tongkang berukuran kecil. Seiring perkembangan usaha, perusahaan tersebut berhasil membuat kapal berukuran lebih besar. Salah satu pencapaian pentingnya terjadi pada awal dekade 1970-an ketika perusahaan mampu memproduksi ratusan kapal tanker berkapasitas 3.500 DWT.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut