Menteri Iftitah: Transmigrasi Harus Jadi Akses Rakyat Terhadap Pekerjaan

Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman (kanan)
Sumber :
  • dok. istimewa

Gorontalo, VoxPop – Presiden RI Prabowo Subianto menempatkan petani dan nelayan sebagai tulang punggung bangsa dalam Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo. Pesan itu menjadi penting bagi Kementerian Transmigrasi, karena pembangunan kawasan transmigrasi selama ini juga bertumpu pada kekuatan rakyat pekerja, petani, pekebun, peternak, nelayan, dan keluarga-keluarga produktif di wilayah baru.

img_title 10 Keunggulan Aplikasi AI dalam Dunia Kerja, Dari Menyusun Strategi hingga Membantu Pengambilan Keputusan Lebih Cepat

Kehadiran Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam acara tersebut menunjukkan bahwa agenda transmigrasi memiliki titik temu yang kuat dengan arah Presiden Prabowo, yakni membela rakyat kecil, memperkuat produksi nasional, dan memastikan Indonesia tidak bergantung pada negara lain untuk kebutuhan dasarnya.

Dalam pidato utamanya, Presiden menegaskan bahwa petani dan nelayan telah berjasa sejak masa perjuangan kemerdekaan. Mereka memberi makan rakyat dan para pejuang, bahkan ketika negara belum memiliki APBN. Karena itu, keberpihakan kepada petani dan nelayan bukan hanya pilihan kebijakan, tetapi utang sejarah bangsa.

img_title Analisis Mendalam Aplikasi AI 2026, Teknologi yang Sedang Mengubah Cara Dunia Bekerja Lebih Cepat dari Perkiraan

Prabowo juga mengkritik cara pandang lama yang terlalu mudah menyerahkan kebutuhan pangan kepada impor dengan alasan efisiensi. Bagi Presiden, kemerdekaan Indonesia harus menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat kecil, bukan hanya keuntungan bagi segelintir pihak.

Menteri Iftitah membaca pesan tersebut sebagai mandat moral pembangunan kawasan. Ia menilai kementerian transmigrasi harus jadi jalan membuka akses rakyat terhadap pekerjaan.

img_title Bukan Malas, Ini 11 Alasan Mengapa Gen Milenial Semakin Sulit Bertahan Seharian Penuh di Tempat Kerja

"Transmigrasi harus menjadi jalan untuk membuka akses rakyat terhadap lahan, pekerjaan, pendidikan, teknologi, pasar, dan masa depan yang lebih baik," kata dia dalam keterangannya, Jumat, 26 Juni 2026.

Ia menegaskan bahwa kawasan transmigrasi tak boleh berhenti sebagai permukiman, tetapi harus tumbuh sebagai ekosistem ekonomi yang produktif.

Di hadapan puluhan ribu petani dan nelayan, PENAS XVII juga memperlihatkan optimisme baru, yakni harga pupuk turun 20 persen, Nilai Tukar Petani mencapai 127 persen, sektor pertanian tumbuh 5,74 persen, dan produksi pangan nasional disebut mencapai 38 juta ton. 

"Capaian tersebut memperkuat keyakinan bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri," ujarnya.

Ia menilai semangat itu menjadi arah kerja kementerian ke depan. Kawasan transmigrasi dinilai harus hadir sebagai bagian dari solusi, yakni mengurangi kemiskinan, memperluas pemerataan, menciptakan pusat produksi baru, dan menjaga martabat petani serta masyarakat kawasan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut