Kemhan Blak-blakan Soal Pelatihan Calon Manajer Kopdes Merah Putih: Senam, Jalan Kaki, PBB dan Hormat Militer

Kepala BPSDM Kementerian Pertahanan, Mayor Jenderal TNI Ketut Gede Wetan Pastia (tengah)
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Jakarta, VoxPop – Di tengah sorotan publik setelah lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meninggal dunia saat mengikuti latihan bela negara dan manajerial untuk Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan para peserta tidak menjalani latihan fisik berat.

img_title 33.758 Calon Manajer Koperasi Merah Putih Rampung Diklat Bela Negara, Kemhan Resmi Tutup Gelombang Pertama

Kemhan menyebut aktivitas fisik selama latihan dasar militer (latsarmil) pada tahap awal hanya berupa pembinaan dasar, seperti senam, jalan kaki, peraturan baris-berbaris (PBB), hingga Peraturan Penghormatan Militer (PPM).

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayor Jenderal TNI Ketut Gede Wetan Pastia mengatakan, program tersebut lebih menitikberatkan pada pembentukan karakter, disiplin, dan semangat bela negara.

img_title Prabowo Naikan Tukin Prajurit TNI dan Pegawai Kemhan, Bintang 4 Dapat Rp48,6 Juta

"Kegiatan-kegiatan fisik sesuai dengan yang sudah dilaksanakan itu adalah senam, kemudian jalan, PBB, dan PPM (Peraturan Penghormatan Militer). Belum ada kegiatan yang memang kegiatan fisik berat," ujar dia dikutip Minggu, 28 Juni 2026.

Ketut menjelaskan, seluruh tahapan latsarmil telah dirancang secara bertahap, bertingkat, dan berkelanjutan. Selain pembinaan karakter, peserta juga dibekali kemampuan manajerial untuk mendukung tugas sebagai calon manajer program pemerintah.

img_title Prabowo Naikan Tukin Prajurit TNI dan Pegawai Kementerian Pertahanan

"Manajerialnya secara paralel yaitu materi Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang diampu oleh Kementerian Koperasi. Kemudian manajerial Kampung Nelayan Merah Putih yang diampu oleh Kementerian Kelautan," kata dia.

Sementara itu, Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan peserta yang memiliki kondisi kesehatan tertentu juga mendapat perhatian khusus selama mengikuti pendidikan.

Menurut Rico, panitia memberikan tanda berupa pita putih kepada peserta yang membutuhkan pengawasan medis lebih intensif agar mudah dikenali oleh pelatih maupun tenaga kesehatan.

"Untuk orang-orang tertentu itu kami beri tanda pita putih dengan harapan mereka sudah bisa kami tandai dan mencegah misalnya membutuhkan atensi khusus di bidang medis," ujar Rico.

Ia menambahkan, pemeriksaan kesehatan juga dilakukan secara rutin sebelum setiap aktivitas dimulai guna memastikan seluruh peserta berada dalam kondisi yang layak mengikuti kegiatan.

Kelima peserta yang meninggal dunia diketahui mengikuti pendidikan di lima satuan pendidikan berbeda, yakni Novia Rahmadhani Sihotang, Anisa Muyassaroh, Yonanda Muhammad Taufiq, Muhammad Rifki Renaldi, dan Nola Dya Sari.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut