BNPB Bilang 45% Lahan TPA Jatiwaringin yang Terbakar Berhasil Dipadamkan

Kondisi TPA Jatiwaringin yang Terbakar
Sumber :
  • ANTARA/HO-BNPB

Tangerang, VoxPop – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan progres pemadaman kebakaran lahan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten menunjukkan kemajuan signifikan dengan keberhasilan memadamkan 45 persen area terdampak.

img_title BNPB Pastikan Kebakaran Lahan 3 Hektare di Perumahan Gresik Berhasil Dipadamkan, Penyebab Masih Diselidiki

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan capaian pemadaman tersebut berhasil dibukukan pada hari ketujuh operasi penanganan darurat sejak api pertama kali berkobar di fasilitas pembuangan sampah itu.

"Progres pemadaman mengalami kemajuan yang signifikan mencapai 45 persen dari total lahan terbakar seluas 14 hektare," kata dia dalam keterangannya, Selasa, 7 Juli 2026.

img_title Ribuan Orang Terisolasi Akibat Longsor di Nunukan, BNPB Perkuat Pendampingan Darurat

Abdul menjelaskan, guna mempercepat lokalisasi bara api, pemerintah daerah bersama pemerintah pusat lintas kementerian dan lembaga terus bersinergi mengoptimalkan operasi pemadaman melalui kombinasi satgas darat serta satgas udara.

Menteri LH/Kepala BPLH Jumhur Hidayat ketika meninjau lokasi kebakaran TPA Jatiwaringin

Photo :
  • ANTARA/HO-KLH
img_title BNPB Ungkap Penyebab Kebakaran TPA Jatiwaringin Sulit Dipadamkan, Api Tersembunyi di Kedalaman Gunungan Sampah

Sebanyak 300 personel gabungan dari berbagai unsur kedaruratan diterjunkan secara masif ke titik-titik krusial yang tersebar di lokasi pembuangan akhir sampah warga Kabupaten Tangerang tersebut.

Tim gabungan tersebut terdiri atas unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se-Tangerang Raya, BNPB, TNI, Polri, Satgas Manggala Agni Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, serta para relawan kebencanaan.

Armada peralatan berupa 19 unit mobil pemadam kebakaran, empat unit mobil tangki air, delapan unit ekskavator, dan delapan unit buldozer memperkuat pergerakan personel di lapangan.

"Selain itu, taktik penanganan juga diperkuat dengan pengerahan tiga unit helikopter pengebom air atau water bombing untuk menyisir area yang sulit dijangkau, serta dua unit pesawat nirkabel/drone guna memonitor pergerakan sebaran api," kata Abdul menambahkan. (Ant)

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii

BMKG Ingatkan Ancaman El Nino, Basarnas Belum Tambah Alat dan Fasilitas: Fokus Pencarian dan Pertolongan Korban

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, dalam siklus penanganan bencana, Basarnas berada di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana

img_title
VoxPop.co.id
28 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut