BNPB Ungkap Penyebab Kebakaran TPA Jatiwaringin Sulit Dipadamkan, Api Tersembunyi di Kedalaman Gunungan Sampah

Kondisi TPA Jatiwaringin yang Terbakar
Sumber :
  • ANTARA/HO-BNPB

Jakarta, VoxPop – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap alasan utama kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, membutuhkan waktu hingga 10 hari untuk dipadamkan. Meski kini api telah berhasil dipadamkan sepenuhnya, proses penanganannya menghadapi tantangan besar karena titik api berada jauh di dalam timbunan sampah.

img_title BMKG Ingatkan Ancaman El Nino, Basarnas Belum Tambah Alat dan Fasilitas: Fokus Pencarian dan Pertolongan Korban

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan, karakteristik kebakaran di TPA berbeda dengan kebakaran pada umumnya. Api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga menjalar ke lapisan sampah yang berada beberapa meter di bawah permukaan sehingga sulit dijangkau.

"Apinya ada di kedalaman sampah yang dalamnya beberapa meter, jadi pemadaman di samping dari atas, juga harus diguyur dari darat atau pompa air dimasukkan ke kedalaman tersebut," kata Suharyanto kepada wartawan, Jumat, 10 Juli 2026.

img_title BNPB Pastikan Kebakaran Lahan 3 Hektare di Perumahan Gresik Berhasil Dipadamkan, Penyebab Masih Diselidiki

Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman membutuhkan metode khusus. Selain penyiraman dari udara, petugas juga harus mengalirkan air langsung ke lapisan bawah tumpukan sampah menggunakan pompa agar bara api yang tersembunyi benar-benar padam dan tidak kembali menyala.

Api Membara Selama 10 Hari

img_title Ribuan Orang Terisolasi Akibat Longsor di Nunukan, BNPB Perkuat Pendampingan Darurat

Kebakaran di TPA Jatiwaringin pertama kali dilaporkan terjadi pada Selasa, 30 Juni 2026, sekitar pukul 11.00 WIB. Sejak saat itu, tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman secara intensif hingga akhirnya api dinyatakan padam sepenuhnya pada Kamis malam, 9 Juli 2026.

Menurut Suharyanto, salah satu opsi yang sempat dipertimbangkan adalah operasi modifikasi cuaca (OMC). Namun, langkah tersebut tidak dapat dilakukan karena kondisi atmosfer saat itu tidak mendukung.

BNPB tidak menemukan keberadaan awan hujan yang dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaan operasi tersebut sehingga pemadaman hanya mengandalkan upaya darat dan udara.

"Sementara OMC tidak dapat dilakukan karena tidak terdapat awan hujan," ujarnya.

Meski demikian, hasil pemantauan terkini menunjukkan tidak ada lagi titik panas yang terdeteksi di kawasan TPA Jatiwaringin.

Area Terdampak Berhasil Dipadamkan 100 Persen

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan keberhasilan memadamkan kebakaran merupakan hasil kerja sama tim gabungan yang bekerja tanpa henti sejak hari pertama kejadian.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut