Buntut Mahasiswi Depresi Usai Batal Ujian Skripsi 12 Kali, Undana Turun Tangan Lakukan Investigasi
- Instagram @kabarmahasiswa.id
VoxPop – Seorang wanita bernama Jessica Sofia Tunardjo, mahasiswi Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi perbincangan publik.
Pasalnya, diduga Jessica Sofia mengalami depresi akibat batal ujian hasil oleh dosen pengujinya, Serlie KA Littik.
Sebuah video tersebar di media sosial yang salah satunya diunggah oleh akun Instagram @kabarmahasiswa.id menampilkan Jessica tergeletak menangis histeris lantaran diduga batal ujian sebanyak 12 kali.
Jessica batal menjalani ujian lantaran secara tiba-tiba dibatalkan oleh dosen penguji yang sama pada hari ujiannya.
Pihak Universitas Nusa Cendana (Undana) membenarkan kejadian ini.
Kampus Masih Melakukan Investigasi
Wakil Rektor IV Undana, Prof. Philipi de Rozari mengatakan bahwa Jessica Sofia merupakan mahasiswa aktif di Fakultas Kesehatan Masyarakat.
“Mahasiswa atas nama Jessica Sofia memang merupakan mahasiswa aktif Program Studi S-1 Kesehatan Masyarakat,” ungkap Prof Philipi melalui konferensi Pers di Undana, pada Kamis (30/7/2026).
Namun, hingga saat ini pihaknya masih akan melakukan investigasi terkait duduk perkara yang sebenarnya.
“Kami masih dalam proses investigasi terkait kejadian tersebut,” ujarnya.
Kejadian ini menjadi evaluasi bagi Undana supaya hal serupa tidak terulang kembali. Philiphi juga mengatakan adanya peluang dijatuhkannya sanksi kepada dosen apabila ditemukan pelanggaran.
“Pada prinsipnya, Undana tidak mentoleransi adanya kekerasan dalam bentuk apa pun yang terjadi di lingkungan kampus,” tegas Philipi.
Jessica Sudah Menyelesaikan Mata Kuliah
Sementara itu, Dekan FKM Undana, Prof Apris mengatakan Jessica sudah menyelesaikan seluruh mata kuliah.
Dirinya menegaskan bahwa Jessica tinggal menyelesaikan ujian hasil dan skripsi, namun belum mendapatkan waktu yang tepat.
“Dia itu secara akademis, mata kuliah dia sudah selesai. Dia sudah habis ujian proposal, sudah penelitian, tinggal ujian hasil dan skripsi tinggal tunggu saja. Hanya mungkin belum pas waktunya,” jelas Prof Apris.
Oleh karena itu, kampus akan melakukan investigasi kepada para pihak yang terkait, baik dosen penguji, dosen pembimbing, maupun mahasiswi.
“Jadi makanya kita belum tahu apa penyebabnya, nanti tunggu dia sehat dulu kita akan bertanya tentang semua ini. Dan kami akan bertemu dengan pembimbing dan penguji untuk mengklarifikasi,” terangnya.
