TNI Berhasil Evakuasi Korban Penembakan OPM dari Jurang Sedalam 50 Mete di Yahukimor

Ilustrasi pasukan TPNPB OPM.
Sumber :
  • Dokumentasi TPNPB

Jakarta, VoxPop – Prajurit Koops TNI Habema berhasil mengevakuasi satu dari tiga korban penembakan yang diduga dilakukan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Kopitua Heluka di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

img_title Detik-detik Sutrimo yang Diduga Karumga Eks Jampidsus Febri Adriansyah Ditemukan Meninggal Misterius

Korban yang berhasil dievakuasi adalah Teina Alya, warga asal Una Ukam, yang sebelumnya dilaporkan menjadi salah satu korban tewas dalam aksi penembakan di Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, pada Senin, 20 Juli 2026.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letnan Kolonel Infanteri M. Wirya Arthadiguna mengatakan proses evakuasi dilakukan setelah pihak TNI menerima permintaan langsung dari keluarga korban.

img_title Tragis! Anggota Satgas Damai Cartenz Brigpol Fredi Lukas Gugur Ditikam di Yahukimo, Pelaku Masih Diburu

"Perlu kami sampaikan bahwa korban atas nama Teina Alya, asal Una Ukam, merupakan warga sipil yang menjadi bagian dari salah satu dari tiga korban penembakan oleh kelompok OPM Kodap XVI/Yahukimo,” kata Wirya dalam keterangannya, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Menurut dia, permintaan evakuasi disampaikan oleh Kepala Suku Una Ukam sekaligus Kepala Distrik Bomale, Bison Male, agar jenazah korban dapat segera dimakamkan oleh pihak keluarga.

img_title Tebusan Rp220 Juta Diminta, Interpol Polri Selidiki Kasus 2 WNI Diduga Disekap di Myanmar

“Bapak Bison Male mewakili keluarga Almarhumah Teina Alya, yang berisi permohonan bantuan evakuasi kepada pihak TNI melalui Kodim Yahukimo karena akan segera dimakamkan oleh pihak keluarga,” ujarnya.

Tim TNI kemudian melakukan penyisiran di kawasan longsoran Kali Kolof hingga akhirnya menemukan jenazah korban di dasar jurang.

Wirya mengungkapkan, lokasi ditemukannya jenazah berada sekitar 100 meter dari titik penembakan dengan kedalaman sekitar 50 meter. Kondisi tersebut, kata dia, mengindikasikan adanya dugaan upaya menghilangkan jejak korban.

“Hal mengindikasikan adanya upaya untuk menghilangkan jenazah yang dilakukan oleh kelompok OPM. Medan yang dihadapi bukanlah medan yang mudah. Lokasi jenazah berada di dasar longsoran dengan tebing yang curam, sehingga hanya dapat dijangkau menggunakan teknik vertical rescue atau rappelling,” tuturnya.

Sebelum proses evakuasi dilakukan, personel TNI terlebih dahulu mengamankan titik-titik strategis di sekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

“Sebelum proses evakuasi dilakukan, personel terlebih dahulu menguasai titik-titik ketinggian di sekitar lokasi untuk memastikan situasi benar-benar aman dari potensi gangguan,” katanya.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah dibawa ke RSUD Dekai sebelum diserahkan kepada keluarga, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh gereja, dan kepala suku untuk dimakamkan sesuai adat dan keyakinan keluarga.

“Keberhasilan evakuasi ini merupakan hasil kerja sama seluruh unsur Pemda, masyarakat, Apkam yang terlibat serta mencerminkan komitmen Koops TNI Habema dalam menjalankan setiap tugas secara profesional, terukur, dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Wirya.

Dia menegaskan, tugas TNI di Papua tidak hanya berkaitan dengan pengamanan wilayah, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh perlindungan dan bantuan kemanusiaan ketika menghadapi situasi darurat.

“Dalam kondisi apapun, keselamatan masyarakat dan penghormatan terhadap setiap korban tetap menjadi prioritas,” tutur dia.

Untuk diketahui, tiga warga sipil dilaporkan tewas dalam aksi kekerasan yang diduga dilakukan kelompok OPM pimpinan Kopitua Heluka di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo.

Koops TNI Habema menyebut kelompok TPNPB-OPM telah mengakui bertanggung jawab atas aksi tersebut. Tiga korban terdiri atas sepasang suami istri, Kumis Kogoya beserta istrinya, serta seorang perempuan dari Suku Una Ukam.

"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Tidak ada satu pun masyarakat yang seharusnya kehilangan nyawa akibat aksi kekerasan,” kata Wirya dalam keterangan sebelumnya, Rabu, 22 Juli 2026.

Ia menegaskan, aparat akan terus melakukan langkah-langkah penegakan hukum secara profesional untuk menjaga keamanan masyarakat di Papua.

“Koops TNI Habema akan terus bekerja secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai hukum untuk menghadirkan rasa aman bagi masyarakat serta memastikan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujarnya.

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Geger Isu Ajudan Febrie Adriansyah Tewas Ditembak dan Jasad Hilang, Begini Penjelasan Polisi

Di tengah penyelidikan kematian Sutrimo yang belakangan ramai dikaitkan dengan mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah, muncul lagi kabar lain yang menghebohkan media sosial.

img_title
VoxPop.co.id
28 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut