BMK 1957: Kaderisasi Jadi Kunci Menuju Indonesia Emas 2045

Konpers Mubes ke-V Barisan Muda Kosgoro 1957
Sumber :
  • Istimewa

Semarang, VoxPop – Musyawarah Besar (Mubes) V Barisan Muda Kosgoro 1957 (BMK 1957) akan digelar pada 8–10 Agustus 2026 di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Forum permusyawaratan tertinggi organisasi tersebut akan menjadi momentum untuk memperkuat kaderisasi dan kesinambungan konsolidasi organisasi.

img_title Golkar Yakin Sari Yuliati Ciptakan Transformasi Organisasi Kosgoro 1957

Sekretaris Jenderal DPP BMK 1957, Almanzo Bonara mengatakan, Mubes V tidak sekadar menjadi forum pergantian atau penetapan kepemimpinan organisasi, tetapi harus menjadi momentum strategis untuk memastikan keberlanjutan kaderisasi BMK 1957.

“Kaderisasi merupakan kebutuhan utama bagi KOSGORO 1957 dan Partai Golkar. Karena itu, kaderisasi harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Bukan hanya menambah jumlah kader, tetapi yang lebih penting adalah melahirkan kader-kader berkualitas yang memiliki kapasitas kepemimpinan dan mampu menjadi kader penggerak,” ujar Almanzo.

img_title Kosgoro 1957 Kaltara Siap Berkontribusi dalam Kepemimpinan Sari Yuliati

Mubes V BMK 1957 mengusung tema “Konsistensi Kaderisasi dan Kesinambungan Konsolidasi Barisan Muda KOSGORO 1957 Sebagai Kader Penggerak untuk Kejayaan Partai GOLKAR Menuju Indonesia Emas 2045.”

Menurut Almanzo, tema tersebut menggambarkan arah strategis organisasi dalam membangun kader yang tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengambil peran dalam pembangunan bangsa.

img_title Terpilih Secara Aklamasi, Sari Yuliati Siap Bawa Kosgoro 1957 Lebih Solid dan Cetak Kader Berkualitas

“Tema ini hadir sebagai wujud memperkuat kaderisasi di tubuh KOSGORO 1957. Kita ingin memastikan kader-kader yang lahir dari proses kaderisasi memiliki kualitas dan kapasitas untuk berkontribusi menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Ia menegaskan, kaderisasi harus berjalan beriringan dengan konsolidasi organisasi. Konsolidasi, kata dia, tidak boleh berhenti setelah Mubes berakhir.

Hasil Mubes V nantinya harus diterjemahkan menjadi agenda dan kerja organisasi yang konkret di seluruh tingkatan.

“Jangan sampai konsolidasi hanya berlangsung menjelang Mubes. Setelah Mubes selesai, justru harus ada energi baru untuk menjalankan hasil-hasil keputusan Mubes. Kaderisasi dan konsolidasi harus berjalan secara berkesinambungan,” tegas Almanzo.

Almanzo juga menjelaskan bahwa Mubes V merupakan bagian dari kesinambungan komitmen kepemimpinan BMK 1957 yang terbentuk pada 2021.

Pada tahun tersebut, Kemas Ilham Akbar terpilih sebagai Ketua Umum DPP BMK 1957 dalam forum Mubes IV yang berlangsung di Hotel Peninsula Jakarta. Pada periode yang sama, Almanzo Bonara dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal.

Menurut Almanzo, salah satu komitmen kepemimpinan tersebut adalah memastikan kaderisasi dan konsolidasi organisasi terus berjalan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut