Viral Komentar Nirempati Diduga Oknum Nakes Pada Unggahan Pasien

Ilustrasi Media Sosial
Sumber :
  • Pixabay

"Yurizal sender ini sepupu saya, sudah meninggal 31 Juli kemarin karena terlambat ditanganin RS karena sudah gawat bgt," tulis dia.

img_title 3 Kasus Dokter Meninggal Diduga Akibat Bullying, Terbaru dr Adrian Rantung

Hilda juga meminta maaf atas unggahan Yurizal yang menuai banyak reaksi di publik. Dia juga berharap agar komentar negatif terhadap sepupunya bisa dihentikan. 

"Maafin sepupu saya kalo curhat gini di threads, sebelumnya dia sakit ga pernah cerita-cerita kemana bahkan ke keluarga, apa-apa nyimpen sendiri. Sudah ya jangan ada hate lagi di sini," tulis akun itu.

img_title 5 Fakta Kasus Dugaan Pembakaran Santri di Lombok Tengah, Pihak Ponpes Lepas Tangan hingga Jadi Batal ke Denny Sumargo

Permintaan Maaf Salah Satu Oknum diduga Dokter

img_title Dokter Peserta PPDS di Manado Diduga Bunuh Diri karena Bullying, DPR Desak Investigasi Tuntas

Sementara itu, Elda Putri Rahardini juga sempat menyampaikan permintaan maafnya secara tertulis. Dalam unggahanya yang diunggah ulang akun x@liogtttscrp, Elda  ingin menyampaikan permohonan maafkepada keluarga besar Almarhum Yurizal, teman-teman kerabat, serta seluruh masyarakat luas.

"Melalui pernyataan ini, saya mengakui sepenuhnya bahwa komentar yang saya tuliskan melalui akun media sosial saya beberapa waktu lalu sangatlah tidak pantas, tidak etis, dan menunjukkan ketiadaan empati. Saya menyadari bahwa tulisan saya telah melukai hati banyak pihak, terutama di tengah situasi sulit yang saat itu sedang dihadapi oleh Almarhum saat mencari penanganan medis," demikian tulisan permintaan maafnya.

Diungkapnya, sebagai seorang dokter dan tenaga Kesehatan, Elda seharusnya mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, kasih sayang, dan empati yang tinggi kepada siapa pun. Dia mengaku sangat menyesali bahwa tindakannya sama sekali tidak mencerminkan sumpah profesi kedokteran maupun etika dan moral yang seharusnya dijunjung tinggi, baik sebagai seorang individu, alumni institusi pendidikan, maupun penerima beasiswa LPDP.

Elda menyadari bahwa kata maaf yang disampaikannya ini mungkin tidak akan cukup untuk menghapus rasa sakit, kekecewaan, dan kemarahan yang telah ditimbulkannya. Dia juga berjanji akan menjadikan kejadian ini sebagai teguran keras dan pembelajaran seumur hidup agar dia bisa menjadi pribadi dan tenaga medis yang jauh lebih bijak, berempati, dan menjaga tutur kata baik di dunia nyata maupun di ruang digital. 

"Saya juga siap menerima segala bentuk kritik, teguran, serta konsekuensi atas kelalaian dan kesalahan saya ini.
Sekali lagi, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga, instansi tempat saya mengabdi, dan masyarakat luas atas kegaduhan dan luka yang telah saya perbuat," tulis dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut