Viral Komentar Nirempati Diduga Oknum Nakes Pada Unggahan Pasien
- Pixabay
VoxPop –Unggahan pengguna media sosial Threads, milik Yurizal Tri Chaerawan @yurizaltrich mendadak jadi sorotan pengguna media sosial. Pada 22 Juli 2026 lalu dirinya sempat menuliskan pengalamannya telah menunggu 8 jam untuk menjalani perawatan dan tak kunjung mendapatkan ruangan.
"8 Jam belum dapat ruangan, gamau spill RSnya soalnya gue pake BPJS," tulis Yurizal dikutip dari akun Threadsnya, Rabu 5 Agustus 2026.
Namun unggahan tersebut telah ditanggapi dengan sinis dan nirempati berbagai akun. Usai ditelisik lebih lanjut oleh pengguna media sosial, tanggapan nirempati tersebut diduga sebagiannya berasal dari akun yang dimiliki oleh dokter dan tenaga Kesehatan.
Beberapa diantara pemilik akun tersebut bahkan sempat memberikan pernyataan bernada nirempati kepada pemilik akun. Salah satunya adalah pengguna media sosial @bennychrstn. Berdasarkan penelusuran oleh wargent yang disebut-sebut merupakan alumni fakultas kedokteran Universitas Indonesia
"Kalo full, mau dipindahkan kemana? Masa di lantai? Gak ada hubungannya sama BPJS atau nggak BPJS yang make banyak otomasti yang dirawat juga banyak ga cuma u sendiri. Kalau mau pindah cepat noh ruang jenazah selalu kosong. Ngeselin deh nakes/RS bahkan pemerintah melalui BPSJ berusaha bantuin, masyarakatnya malah gini," tulis akun tersebut.
Selain itu, akun @erudarahaadini yang ikut berkomentar dengan nada menyindir.
"PPnya kayak orang have tapi aslinya haven't kah? haven't some brain cells," komentar akun tersebut.
Berdasarkan penelusuran oleh warganet, pemilik akun tersebut yang memiliki nama asli Elda Putri Rahardini merupakan alumni Universitas Gadjah Mada dan pernerima beasiswa LPDP.
Ada juga akun @nouzzha_kim yang memberikan komentar sinis pada unggahan Yuriza.
"Yuriz orang miskin harta miskin ilmu miskin akal tapi pengen diistimewain. 8 jam sangat sangat wajar apalagi kat lo itu RS rujukan nasional. Mungkin sekelas RSHS bdg atau RSCM jkt kan? Boleh gue bilang sesuatu? LO GOBLOK BANYAK BACOT," komentar akun tersebut.
Pasien Meninggal Dunia
Berdasarkan keterangan dari salah satu keluarga terdekat Yurizal, dijelaskan bahwa yang bersangkutan meninggal dunia. Hilda Aprianti Perdana sang sepupu menyebut bahwa Yurizal meninggal dunia pada 31 Juli 2026.
"Yurizal sender ini sepupu saya, sudah meninggal 31 Juli kemarin karena terlambat ditanganin RS karena sudah gawat bgt," tulis dia.
Hilda juga meminta maaf atas unggahan Yurizal yang menuai banyak reaksi di publik. Dia juga berharap agar komentar negatif terhadap sepupunya bisa dihentikan.
"Maafin sepupu saya kalo curhat gini di threads, sebelumnya dia sakit ga pernah cerita-cerita kemana bahkan ke keluarga, apa-apa nyimpen sendiri. Sudah ya jangan ada hate lagi di sini," tulis akun itu.
![]()
Permintaan Maaf Salah Satu Oknum diduga Dokter
Sementara itu, Elda Putri Rahardini juga sempat menyampaikan permintaan maafnya secara tertulis. Dalam unggahanya yang diunggah ulang akun x@liogtttscrp, Elda ingin menyampaikan permohonan maafkepada keluarga besar Almarhum Yurizal, teman-teman kerabat, serta seluruh masyarakat luas.
"Melalui pernyataan ini, saya mengakui sepenuhnya bahwa komentar yang saya tuliskan melalui akun media sosial saya beberapa waktu lalu sangatlah tidak pantas, tidak etis, dan menunjukkan ketiadaan empati. Saya menyadari bahwa tulisan saya telah melukai hati banyak pihak, terutama di tengah situasi sulit yang saat itu sedang dihadapi oleh Almarhum saat mencari penanganan medis," demikian tulisan permintaan maafnya.
Diungkapnya, sebagai seorang dokter dan tenaga Kesehatan, Elda seharusnya mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, kasih sayang, dan empati yang tinggi kepada siapa pun. Dia mengaku sangat menyesali bahwa tindakannya sama sekali tidak mencerminkan sumpah profesi kedokteran maupun etika dan moral yang seharusnya dijunjung tinggi, baik sebagai seorang individu, alumni institusi pendidikan, maupun penerima beasiswa LPDP.
Elda menyadari bahwa kata maaf yang disampaikannya ini mungkin tidak akan cukup untuk menghapus rasa sakit, kekecewaan, dan kemarahan yang telah ditimbulkannya. Dia juga berjanji akan menjadikan kejadian ini sebagai teguran keras dan pembelajaran seumur hidup agar dia bisa menjadi pribadi dan tenaga medis yang jauh lebih bijak, berempati, dan menjaga tutur kata baik di dunia nyata maupun di ruang digital.
"Saya juga siap menerima segala bentuk kritik, teguran, serta konsekuensi atas kelalaian dan kesalahan saya ini.
Sekali lagi, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga, instansi tempat saya mengabdi, dan masyarakat luas atas kegaduhan dan luka yang telah saya perbuat," tulis dia.
Dalam keterangan tertulisnya itu, Elda juga menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Almarhum Yurizal.
"Semoga Almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan serta kekuatan," tulis dia.
