Kisah Pertemuan Pelaku dan Korban Mutilasi di Depok, Dari Kenalan di Media Sosial hingga Berujung Maut
- Istimewa
Seluruh keterangan tersebut masih didalami penyidik dan belum menjadi kesimpulan akhir perkara.
3. Tubuh korban dimutilasi setelah pembunuhan
Polisi menduga korban meninggal setelah mengalami luka tusuk di bagian perut dan luka sayatan di leher menggunakan pisau yang diambil dari dapur kontrakan. Setelah itu, tubuh korban dimutilasi sebelum dipindahkan dari lokasi kejadian.
Saepul mengaku pemotongan tubuh korban dilakukan karena kesulitan membawa jasad keluar dari kontrakan yang berada di lingkungan padat penduduk.
"Susah bawanya. Di situ kan ramai orang," katanya.
Berdasarkan hasil penyidikan, jasad korban kemudian dibungkus menggunakan plastik hitam dan karung sebelum dibuang di kawasan Tanah Merah, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok. Sementara potongan kedua kaki korban dibuang ke lokasi berbeda, yakni aliran sungai di wilayah Pitara.
Saat dimintai keterangan mengenai bagian tubuh yang dibuang ke kawasan Jembatan Serong, Cipayung, Saepul menjawab singkat, "Kaki aja."
4. Polisi terus melengkapi alat bukti
Usai kejadian, Saepul meninggalkan Depok menuju wilayah Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten. Dalam penyelidikan, polisi juga menemukan bahwa pelaku diduga membawa sepeda motor milik korban sebelum menjualnya.
Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya akhirnya menangkap Saepul pada Rabu dini hari, 5 Agustus 2026, saat diduga hendak melarikan diri.
Hingga kini, proses penyidikan masih terus berjalan. Polisi masih mengumpulkan alat bukti, memeriksa para saksi, serta mencocokkan seluruh keterangan pelaku dengan hasil penyelidikan di lapangan.
Aparat juga belum menyimpulkan motif pasti pembunuhan karena seluruh fakta masih didalami untuk memastikan kronologi yang utuh sesuai hasil penyidikan.
