Kebakaran Gunung Bromo Belum Padam, TNBTS Andalkan Drone Water Spray Sambil Tunggu Helikopter BNPB

Kobaran api yang muncul di Blok Bantengan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)
Sumber :
  • ANTARA/HO-Balai Besar TNBTS

Jakarta, VoxPop – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus mengintensifkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Gunung Bromo. Di tengah medan yang sulit dijangkau dan keterbatasan sumber air, petugas kini mengandalkan teknologi drone water spray milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur sembari menunggu kedatangan helikopter water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

img_title Operasi Modifikasi Cuaca Jadi Andalan BNPB Padamkan Karhutla Gunung Bromo

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan penggunaan drone menjadi solusi sementara untuk mempercepat proses pemadaman dari udara. Langkah ini diambil karena akses menuju titik api cukup sulit, sementara sumber air berada jauh dari lokasi kebakaran.

"Kami mengandalkan pemadaman dari drone air yang dioperasionalkan oleh BPBD Jawa Timur, rencana water bombing sudah dibicarakan dengan Kepala BNPB dan menunggu kedatangan helikopter," kata Rudijanta di kawasan Bromo, Kamis, 6 Agustus 2026.

img_title BNPB: Luas Lahan yang Terbakar di Kawasan Gunung Bromo Capai 60 Hektare

Drone Berkapasitas 150 Liter Dikerahkan

Drone water spray yang dioperasikan BPBD Jawa Timur memiliki kapasitas angkut air hingga 150 liter dalam sekali penerbangan. Menurut Rudijanta, penggunaan drone sangat membantu proses pemadaman karena mampu menjangkau area yang sulit dilalui petugas darat.

img_title Belum Padam, Kebakaran Bromo Meluas hingga 10 Hektare

Kondisi geografis kawasan Gunung Bromo yang didominasi perbukitan menjadi tantangan utama dalam operasi penanganan kebakaran. Selain itu, keterbatasan sumber air membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama.

Petugas gabungan harus mengambil air dari lokasi yang cukup jauh sebelum kembali menuju titik api. Waktu tempuh pulang-pergi dari lokasi kebakaran menuju sumber air diperkirakan mencapai sekitar satu jam.

"Kami harus mengambil air dan relatif memakan waktu, untuk pulang pergi dari lokasi kebakaran ke sumber air membutuhkan waktu sekitar satu jam," ujarnya.

Helikopter Water Bombing Dalam Perjalanan

Selain mengoptimalkan drone, TNBTS juga menunggu dukungan pemadaman melalui jalur udara menggunakan helikopter water bombing dari BNPB.

Rudijanta menyampaikan berdasarkan informasi terbaru yang diterimanya, helikopter tersebut telah bergerak menuju Banjarmasin dan selanjutnya akan terbang ke Surabaya sebelum diterjunkan ke wilayah Malang untuk mendukung operasi pemadaman.

Kehadiran helikopter diharapkan mampu mempercepat proses penanganan, terutama untuk menjangkau area yang sulit diakses petugas darat maupun drone.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut