Kebakaran Gunung Bromo Belum Padam, TNBTS Andalkan Drone Water Spray Sambil Tunggu Helikopter BNPB
- ANTARA/HO-Balai Besar TNBTS
Di sisi lain, upaya pemadaman melalui jalur darat tetap dilakukan secara intensif. Tim gabungan terus menyisir lokasi guna mencegah api meluas ke kawasan lain di sekitar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Api Sempat Padam, Kembali Muncul Dini Hari
Rudijanta menjelaskan perkembangan kondisi kebakaran menunjukkan adanya perubahan dalam beberapa jam terakhir. Berdasarkan pemantauan pada Rabu malam sekitar pukul 22.00 WIB, titik api sebenarnya sudah tidak terlihat.
Namun, pada Kamis sekitar pukul 04.00 WIB, kobaran api kembali muncul di sejumlah titik.
Menurutnya, kondisi tersebut diduga dipicu oleh bara api yang masih menyimpan panas di dalam vegetasi. Ditambah hembusan angin yang cukup kencang, bara tersebut kembali menyala dan memicu api menyebar ke area dinding tebing.
"Kalau di belakang saya masih Probolinggo tapi di sana hampir mendekati perbatasan Malang," kata Rudijanta saat menjelaskan lokasi penyebaran api.
Kemunculan kembali titik api membuat petugas harus melanjutkan proses pemadaman agar kebakaran tidak semakin meluas.
Jalur Lingkar Kaldera Tengger Jadi Sekat Penyebaran Api
Meski kebakaran masih berlangsung, TNBTS menilai kondisi saat ini berbeda dibandingkan insiden kebakaran besar yang terjadi sekitar tiga tahun lalu.
Rudijanta mengatakan keberadaan Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) dengan lebar sekitar 14 hingga 16 meter berfungsi sebagai sekat bakar alami yang membantu menghambat laju penyebaran api.
Keberadaan jalur tersebut membuat kobaran api tidak mudah merambat ke kawasan padang rumput yang sebelumnya menjadi salah satu area paling terdampak saat kebakaran besar terjadi.
Dengan adanya sekat bakar itu, petugas memiliki peluang lebih besar untuk mengendalikan api agar tidak meluas ke wilayah lain di dalam kawasan konservasi.
TNBTS Optimistis Kebakaran Segera Terkendali
Balai Besar TNBTS menyatakan optimistis penanganan kebakaran dapat dipercepat melalui kolaborasi berbagai pihak yang terlibat dalam operasi pemadaman.
Sinergi antara TNBTS, BPBD Jawa Timur, BNPB, serta tim gabungan di lapangan diharapkan mampu mempercepat pengendalian api, baik melalui jalur darat maupun udara.
Diketahui, kebakaran di kawasan Gunung Bromo yang masuk dalam wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru pertama kali terjadi pada Senin, 3 Agustus 2026, sekitar pukul 17.00 WIB.
