Eks Istri Polisi Tewas dengan Senpi di Medan, Keluarga Ungkap Sederet Kejanggalan
- VoxPop Medan/Bagus Syahputera
Jakarta, VoxPop –bAyah kandung WLG, Sanalu Gowasa membeberkan sejumlah kejanggalan terkait kematian putrinya, yang merupakan mantan istri personel Polrestabes Medan, Brigadir IH yang tewas menggunakan senjata api dinas milik Polri.
WLG (35) ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar mandi, di rumah Brigadir IH di Perumahan Bumi Asri, Jalan Pondok Kelapa, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Minggu sore, 2 Agustus 2026, sekitar pukul 17.00 WIB.
Sanalu Gowasa menjelaskan bahwa pihak keluarga baru mengetahui korban tewas dari petugas kepolisian pada Senin 3 Agustus 2026. Keluarga menilai terdapat sejumlah kejanggalan pada kondisi jenazah. Yang mana, pihak kepolisian menyebutkan korban tewas bunuh diri menggunakan senjata api milik mantan suaminya itu.
Sanalu Gowasa mengatakan dirinya diberitahu bahwa korban bukan tewas karena senjata api. Tapi, melainkan sakit jantung, setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Medan selama sepekan terakhir.
“Saya sempat bertanya, bukannya anak saya masih di Jakarta. Adiknya bilang kalau dia (WLG) sudah dijemput mertuanya ke Medan,” sebut Sanalu Gowasa kepada wartawan, dikutip Kamis 6 Agustus 2026.
Usai mendapatkan informasi putrinya tewas, Sanalu Gowasa mengatakan pihak keluarga langsung mendatangi RS Bhayangkara Medan. Lalu, ia mengatakan dirinya tidak diperbolehkan untuk melihat jenazah dan melapor serta harus mendapat izin dari Polsek Medan Helvetia.
Setelah kembali ke rumah sakit, Sanalu akhirnya diperbolehkan melihat jenazah putrinya, keesokan harinya. Dia pun, terkejut dengan kondisi tubuh putrinya.
“Saya kaget karena menurut saya ini bukan meninggal karena penyakit. Saat itu saya hanya diperlihatkan bagian wajah dan saya melihat wajah anak saya memar-memar,” jelas Sanalu Gowasa.
Melihat kematian putrinya diduga tidak wajar itu. Sanalu mengatakan tidak menerima kesimpulan yang menyebut putrinya diduga bunuh diri menggunakan pistol. Menurutnya, kondisi jenazah yang dilihatnya tidak sesuai dengan dugaan tersebut.
“Ada lubang di bagian kepala, tetapi saya menduga itu bukan bekas peluru. Ada jahitan di sana. Rambutnya juga tidak terbakar,” beber Sanalu Gowasa.
Sanalu juga mengungkapkan melihat memar pada bagian leher dan beberapa bagian tubuh korban. Berdasarkan kondisi tersebut, keluarga menduga korban mengalami penganiayaan sebelum meninggal dunia.“Kami tidak terima kalau anak saya dibilang bunuh diri. Kami menduga ada penganiayaan,” ungkapnya.
Selanjutnya, Sanalu akan membuat laporan ke Polrestabes Medan dan Polda Sumatera Utara, setelah menerima hasil autopsi yang hingga kini belum diserahkan kepada pihak keluarga.
Sebelumnya, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, menjelaskan mengungkap sudah melakukan proses penyidikan, dengan melakukan pemeriksaan sejumlah saksi, termasuk Brigadir IH.
Calvijn mengatakan menunda bersama Polda Sumut juga sudah melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti, pengamanan senpi hingga melakukan otopsi terhadap jasad korban. Hal itu bertujuan untuk mengungkap penyebab kematian WLG.
"Kami sudah memeriksa beberapa Saksi utama. Pertama adalah Saksi dengan inisial IH. Kemudian yang kedua adalah Saksi anaknya M, sembilan tahun," ucap Calvijn kepada wartawan, di Mako Polrestabes Medan, Selasa sore, 4 Agustus 2026.
Calvijn mengatakan bahwa saat kejadian tersebut, kedua saksi itu tetap berada di dalam rumah tersebut dan mendengar letusan senpi dari dalam kamar mandi.
“Yang bertahan kedua saksi ini yang berada di dalam satu kamar dengan korban sebelum terjadinya kecelakaan, atau kejadian bunuh diri tersebut,” kata Calvijn.
Hasil otopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik juga menemukan adanya sisa tembakan pada jari tangan, tubuh, dan pakaian korban. Sementara hasil usapan terhadap tangan Saksi IH tidak menemukan adanya sisa tembakan.
Selain itu, masih Calvijn mengatakan, dokter forensik yang melakukan autopsi menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, baik akibat benda tumpul maupun benda tajam, pada tubuh korban. Luka yang ditemukan hanya luka tembak di bagian kepala.
Calvijn menjelaskan bahwa penyidik masih mendalami latar belakang atau motif yang diduga melatarbelakangi peristiwa tersebut, termasuk menyelidiki persoalan pribadi maupun keluarga korban.
"Beberapa persoalan internal pribadi dan keluarga," pungkas Kapolrestabes Medan.
VoxPop Medan/Bagus Syahputera
