Perawat Dika Diduga Turut Beri Komentar Nirempati kepada Yurizal Tri Chaerawan, RSA UGM Ambil Langkah Tegas
- TikTok @yurizaltrich
VoxPop – Seorang pria bernama Yurizal Tri Chaerawan menjadi sorotan publik setelah menceritakan pengalamannya di rumah sakit.
Yurizal Tri Chaerawan membagikan curahan hatinya pada utas di media sosial Threads bahwa dirinya harus menunggu selama 8 jam untuk mendapatkan perawatan dan ruangan rawat inap di rumah sakit.
“8 jam belum dapat ruangan, gamau spill RSnya soalnya gue pake BPJS,” tulis Yurizal pada akun Threads @yurizaltrich.
Utas tersebut seketika ramai di media sosial lantaran sejumlah netizen yang ternyata merupakan dokter dan tenaga kesehatan.
Unggahan ini ramai diperbincangkan publik setelah diketahui sejumlah komentar sinis dan nirempati justru ditulis oleh para oknum nakes.
Sejumlah oknum nakes dari berbagai rumah sakit di Indonesia mendapatkan kecaman dari netizen setelah memberikan komentar yang nirempati yang dituliskan kepada Yurizal.
Salah satu yang menuliskannya yaitu seorang perawat bernama Dika Purnomo Aji. Tempatnya bekerja, yaitu RSA UGM turut menindaklanjuti perawatnya yang terseret dalam polemik tersebut.
Langkah RSA UGM Terhadap Perawatnya
![]()
Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) Yogyakarta turut memberikan respons terkait polemik yang menyeret salah satu perawatnya.
Direktur Utama RSA UGM, Darwinto mengungkapkan seorang perawat bernama Dika Purnomo Aji telah ditindaklanjuti oleh tim etik dan hukum RSA UGM.
“Kelihatannya jam 2 ini proses pemanggilan investigasi oleh tim etik dan hukum dari RSA UGM,” ungkap Darwinto dilansir tvOnenews.com pada Kamis (6/8/2026).
Pemanggilan bertujuan untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait fakta dan kronologi secara utuh sebelum manajemen rumah sakit mengambil keputusan.
Menurut Darwinto, setiap tenaga kesehatan di lingkungan RSA UGM termasuk dokter, residen, koas, dan perawat diharuskan mematuhi standar etik yang berlaku.
Pihaknya akan menjatuhkan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku apabila ditemukan adanya pelanggaran dalam hasil pemeriksaan.
“Kalau pun dia (terbukti) bersalah ya dikenakan teguran atau disiplin etik. Itu kita serahkan pada tim etik dan hukum yang bersangkutan,” ujarnya.
Darwinto mengungkapkan bahwa perawat tersebut baru setahun bertugas di RSA UGM. Meski begitu, ia tidak menyebutkan secara rinci status kepegawaian maupun unit atau poliklinik tempatnya bekerja.
Namun, ia menegaskan bahwa pasien BPJS yang terseret dalam polemik tersebut bukan merupakan pasien yang dirawat di RSA UGM.
“Saya belum tahu yang bersangkutan pegawai tetap atau kontrak dan di poli apa. Kalau pasiennya itu tidak di RSA UGM namun perawat itu berkomentarnya di medsosnya,” jelas Darwinto.
Atas kejadian ini, ia mengimbau kepada masyarakat, khususnya nakes di lingkungan RSA UGM untuk bijak menggunakan media sosial dengan menjaga etika, tidak menyakiti orang lain, serta menghindari tindakan menghakimi secara sepihak.
Klarifikasi Dika Purnomo Aji
Pada utas milik Yurizal Tri Chaerawan, diduga Dika Purnomo Aji memberikan komentar yang dinilai nirempati kepada pasien tersebut.
“Serangan jantung mas nek (kalau) pingin cepet, IGD langsung Cathlab terus budal (pergi) ICU,” tulis Dika Purnomo Aji pada melalui akun Threads @1amdika.
Setelah dirinya telah disudutkan dan mendapatkan kecaman netizen, Dika mengucapkan permintaan maafnya di akun Threads miliknya.
Dalam utasnya, awalnya Dika menyampaikan ucapan duka cita terhadap keluarga dan kerabat Yurizal.
“Saya Dika Purnomo Aji pemilik akun threads @1amdika. Pertama-tama saya mengucapkan belasungkawa terhadap keluarga dan teman-teman mas Yurizal. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah, Tuhan Yang Maha Esa serta diberikan ketabahan dan kesabaran bagi keluarga yang ditinggalkan,” tulis oknum perawat, Dika Purnomo Aji pada utas di akun miliknya.
Selain itu, ia juga meminta maaf dan rasa penyesalan atas komentar yang ia tulis pada utas milik Yurizal.
“Menanggapi komentar saya pada threads pribadi mas Yurizal pada 24 Juli 2026 lalu, saya secara pribadi mengucapkan permintaan maaf dan penyesalan sebesar-besarnya kepada keluarga mas Yurizal dan seluruh pengguna media sosial,” terangnya.
“Tidak ada satupun niat yang terbesit dalam benak saya untuk mendoakan suatu hal buruk kepada Alm. Mas Yurizal. Saya menyadari bahwa komentar saya tidak tepat dan telah menyakiti hati keluarga dan teman-teman almarhum. Saya memohon maaf atas kesalahan dan kekhilafan saya,” sambung Dika.
(kmr)
