Fakta Mencengangkan Kasus Mutilasi di Depok: Berawal Ingin Ditemani di Kontrakan, Ternyata Pelakunya Gay
- Dok. Istimewa
Polisi menduga korban mengalami luka tusuk pada bagian perut serta luka sayatan di leher menggunakan pisau yang diambil dari dapur kontrakan. Akibat luka tersebut, Kunaefi kemudian meninggal dunia.
4. Jasad korban dimutilasi untuk memudahkan pemindahan
Setelah korban meninggal, Saepul diduga memotong tubuh korban menjadi beberapa bagian. Berdasarkan pengakuannya, tindakan tersebut dilakukan karena jasad korban sulit dibawa keluar dari kontrakan yang berada di kawasan padat penduduk.
"Susah bawanya. Di situ kan ramai orang," katanya.
Jasad korban kemudian dibungkus menggunakan plastik hitam dan karung. Potongan tubuh tersebut selanjutnya dibawa dan dibuang ke sejumlah lokasi berbeda.
5. Potongan tubuh korban dibuang di beberapa lokasi
Hasil penyidikan menyebut bagian tubuh korban dibuang di kawasan Tanah Merah, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok. Sementara itu, kedua kaki korban dibuang ke lokasi berbeda, yakni aliran sungai di wilayah Pitara.
Ketika ditanya mengenai bagian tubuh yang dibuang di kawasan Jembatan Serong, Cipayung, Saepul memberikan jawaban singkat.
"Kaki aja."
Polisi masih mendalami seluruh rangkaian tindakan pelaku setelah pembunuhan, termasuk bagaimana proses pemindahan dan pembuangan jasad dilakukan.
6. Polisi temukan dugaan ketertarikan sesama jenis
Saepul pelaku mutilasi di Depok
Dalam perkembangan penyidikan, polisi juga menyebut adanya fakta mengenai dugaan ketertarikan Saepul terhadap sesama jenis. Namun, polisi belum menyimpulkan hal tersebut sebagai motif pembunuhan.
“Untuk motif pembunuhan sendiri sedang kami dalami, namun ditemukan fakta bahwasanya pelaku diduga merupakan penyuka sesama jenis. Untuk posisi penangkapan dari pelaku, kami amankan di Kampung Sinar Laut di daerah Panimbang, Pandeglang,” ujarnya.
Dengan demikian, dugaan orientasi seksual pelaku tidak dapat serta-merta dikaitkan sebagai penyebab terjadinya pembunuhan. Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan motif sebenarnya di balik tindak pidana tersebut.
7. Pelaku resign dari pekerjaan pada hari kejadian
Fakta lain yang turut menjadi sorotan adalah Saepul ternyata mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai penjual pisang cokelat atau piscok di sekitar Stasiun Pondok Cina (Pocin) pada hari yang sama dengan terjadinya pembunuhan.
Pengunduran diri tersebut disampaikan melalui WhatsApp kepada pemilik usaha. Dalam pesan terakhirnya, Saepul meminta maaf sekaligus menyampaikan terima kasih karena telah diberi kesempatan bekerja selama sekitar satu bulan.
