Nenek 79 Tahun Dicekik Saat Menyuguhi Kopi, Pelaku Ternyata Saudara Jauh
- Antara Foto
Surabaya, VoxPop - Pria berinisial YA (35), pelaku pembunuhan Nenek Nurami (79), warga warga Dusun Talang Lor, Desa Winongan Kidul, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, dicokok.
Dia akhirnya ditangkap setelah buron sepekan. Yang bersangkutan ditangkap di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
“Tim melakukan penelusuran mulai dari lingkungan pertemanan hingga keluarga pelaku. Hasilnya, keberadaan pelaku berhasil diketahui dan langsung diamankan di wilayah Tuntang, Semarang,” ucap Kepala Subdirektorat III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur, Ajun Komisaris Besar Polisi Arbaridi Jumhur, dikutip Sabtu, 8 Agustus 2026.
Katanya, YA melarikan diri ke Kecamatan Tuntang. Hal itu dilakukan pasca membunuh Nurami di rumah korban pada 15 Juli 2026. Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif pembunuhan bukan semata persoalan utang sebagaimana dugaan awal.
Tersangka mengaku membutuhkan uang sebagai modal mencari pekerjaan setelah kontraknya sebagai petugas keamanan berakhir.
"Pelaku ini membutuhkan uang untuk mencari pekerjaan di kota lainnya," ujar dia.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, YA merencanakan perampokan terhadap korban. Ia menunggu Nurami seorang diri di rumah, kemudian datang dengan berpura-pura bertamu.
Saat korban menyuguhi pelaku secangkir kopi, YA menyerang Nurami dengan mencekiknya hingga terjatuh. Pelaku kemudian membanting korban hingga meninggal dunia.
"Setelah memastikan korban tak bernyawa, pelaku mengambil kalung dan gelang emas milik korban yang kemudian dijual dengan harga sekitar Rp5 juta," kata Jumhur.
Penyidik juga mengungkap YA masih memiliki hubungan keluarga dengan korban, yakni saudara jauh dari pihak istrinya.
Ditreskrimum Polda Jatim selanjutnya berencana menggelar rekonstruksi untuk melengkapi pembuktian perkara dan memperjelas rangkaian pembunuhan tersebut.
Nurami ditemukan meninggal dunia di kamar rumahnya pada 15 Juli 2026 dengan luka serius pada wajah dan mulut. Polisi juga mendapati perhiasan emas yang biasa dikenakan korban telah hilang.
"Dalam penyelidikan awal, petugas memperoleh petunjuk dari keterangan saksi yang melihat seorang pria datang ke rumah korban sebanyak dua kali menggunakan sepeda motor Honda PCX berwarna putih. Pria tersebut mengenakan jaket hitam, helm hitam, dan masker sebelum meninggalkan lokasi melalui gang di samping rumah korban," ujarnya.
