Riwayat Pendidikan Elda Putri Rahardini, Peserta PPDS yang Komentar Jahatnya Bikin Geger
- Kolase VoxPop/ Instagram @erudarahaadini
Selain memiliki pengalaman akademik di Jepang, Elda juga diketahui pernah menjadi penerima beasiswa Monbukagakusho/MEXT. Profil profesionalnya mencatat status tersebut pada periode pendidikannya di Jepang.
Setelah menyelesaikan pendidikan doktoral, Elda kembali berkegiatan di Indonesia. Profil pribadinya menyebut dirinya sebagai penerima beasiswa LPDP untuk pendidikan residensi Ilmu Penyakit Dalam.
Profil profesional Elda juga mencantumkan status sebagai LPDP awardee serta pengalaman sebagai dokter umum dan peneliti. Ia pernah bekerja sebagai general practitioner di Klinik Rumah Sehat Universitas Gadjah Mada serta terlibat dalam sejumlah kegiatan penelitian klinis di RSUP Dr. Sardjito.
Raih Penghargaan di Bidang Ilmiah
Selain perjalanan pendidikan yang panjang, Elda juga tercatat memperoleh sejumlah penghargaan dalam bidang akademik dan penelitian.
Salah satunya adalah penghargaan Best Systematic Review dalam The 20th Congress of Asian College of Psychosomatic Medicine (ACPM) yang berlangsung di Yogyakarta pada 2025. Ia juga tercatat pernah memperoleh penghargaan presentasi dalam forum ilmiah respirasi tingkat Asia Pasifik.
Dengan latar belakang pendidikan dan penelitian tersebut, nama Elda sebelumnya lebih dikenal dalam lingkup akademik dan kedokteran. Namun, perhatian publik terhadap dirinya berubah setelah komentar di media sosial terkait Yurizal menjadi viral.
Komentar Elda kepada Yurizal Tuai Kecaman
Polemik bermula ketika Yurizal menuliskan pengalamannya menunggu selama berjam-jam untuk mendapatkan ruangan perawatan. Unggahan tersebut kemudian menjadi perhatian warganet karena di tengah keluhan mengenai layanan kesehatan, muncul sejumlah komentar dari tenaga kesehatan yang dinilai tidak menunjukkan empati.
“8 jam belum dapat ruangan, gamau spill RSnya soalnya gue pake BPJS,” tulis Yurizal pada akun Threads miliknya.
Elda kemudian ikut memberikan komentar yang menuai kecaman. Melalui akun media sosial @erudarahaadini, ia menulis:
“PPnya kayak orang have tapi aslinya haven’t kah? Haven’t some brain cells,” tulis Elda melalui akun @erudarahaadini.
Komentar tersebut kemudian menyebar luas di media sosial. Publik menilai pernyataan itu tidak pantas disampaikan, terlebih Elda diketahui sedang menjalani pendidikan sebagai dokter spesialis.
Elda Akhirnya Menyampaikan Permintaan Maaf
