Bank Tata Asia Gelar MCU Berbasis AI, Dorong Karyawan Deteksi Penyakit Sejak Dini

ilustrasi MCU
Sumber :
  • www.istockphoto.com

Jakarta, VoxPop Medical Check Up (MCU) merupakan rangkaian pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui kondisi tubuh secara menyeluruh sekaligus mendeteksi penyakit atau risiko kesehatan sejak dini. Pemeriksaan ini penting karena sejumlah penyakit dapat berkembang tanpa menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal.

img_title Menkes Budi Ingatkan Para Nakes Tak Nirempati ke Pasien

Melalui MCU, seseorang dapat mengetahui kondisi kesehatan dan memiliki gambaran mengenai risiko penyakit yang mungkin dialami. Hasil pemeriksaan juga dapat menjadi acuan untuk menentukan pola hidup yang lebih sehat, termasuk pengaturan pola makan dan aktivitas fisik.

Manfaat tersebut turut menjadi perhatian Bank Tata Asia. Perusahaan menggelar Medical Check Up berbasis Artificial Intelligence (AI) bagi seluruh karyawan pada Jumat, 7 Agustus 2026.

img_title Pramono Minta Dinkes DKI Beri Peringatan Keras ke Nakes yang Cibir Pengguna BPJS

Program tersebut bekerja sama dengan Dr. Noon CVD Indonesia di bawah PT Salis Investama. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Bank Tata Asia dalam membangun budaya kesehatan preventif sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Bagi Bank Tata Asia, pertumbuhan perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis. Kesejahteraan dan kualitas hidup karyawan juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan perusahaan.

img_title Aturan Rawat Inap Pasien BPJS Kesehatan Jadi Sorotan, Ini Hak Peserta JKN Saat Kamar Penuh

MCU Bank Tata Asia Gunakan Teknologi AI

Dalam pelaksanaan MCU, karyawan menjalani pemeriksaan menggunakan teknologi Dr. Noon, sebuah solusi kesehatan berbasis AI yang memanfaatkan analisis citra retina sebagai metode skrining awal.

Teknologi tersebut bersifat non-invasif sehingga pemeriksaan dapat dilakukan tanpa tindakan yang mengubah atau merusak jaringan tubuh maupun paparan radiasi. Proses pemeriksaan juga dirancang cepat dan nyaman sehingga sesuai bagi karyawan dengan mobilitas serta kesibukan tinggi.

Dr. Noon menghadirkan teknologi skrining yang disebut memiliki tingkat akurasi sebanding dengan Coronary Artery Calcium (CAC) Scan dalam membantu mendeteksi risiko penyakit kardiovaskular sekaligus membantu mendeteksi risiko kesehatan mata.

Teknologi tersebut telah diterapkan di sejumlah negara, seperti Korea Selatan, Singapura, dan Dubai, Uni Emirat Arab.

Penggunaan teknologi berbasis AI dalam program MCU Bank Tata Asia menjadi bagian dari upaya perusahaan mengadopsi inovasi kesehatan untuk mendukung deteksi dini dan pencegahan penyakit.

Direktur Operasional Bank Tata Asia Dede Gunawan mengatakan pertumbuhan perusahaan harus berjalan seiring dengan kesejahteraan setiap insan di dalamnya.

"Kami berharap hasil pemeriksaan ini menjadi pengingat bagi setiap insan Bank Tata Asia untuk semakin peduli terhadap kesehatan dan menerapkan gaya hidup yang lebih sehat," ujar Dede Gunawan.

Jenis Pemeriksaan dalam MCU

Program MCU dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing orang. Pemeriksaan dasar umumnya mencakup pemeriksaan fisik, darah rutin, urine rutin, dan rontgen dada.

Sementara itu, MCU eksekutif dapat mencakup pemeriksaan tambahan seperti rekam jantung atau EKG, USG abdomen, dan profil lipid lengkap.

Untuk karyawan, pemeriksaan dapat disesuaikan dengan risiko pekerjaan atau dikenal sebagai MCU khusus karyawan. Sedangkan bagi kelompok lanjut usia, pemeriksaan dapat lebih diarahkan pada kepadatan tulang, fungsi kognitif, hingga skrining kanker.

Dengan jenis pemeriksaan yang dapat disesuaikan, MCU tidak hanya bertujuan mencari penyakit, tetapi juga membantu memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan seseorang secara keseluruhan.

Manfaat MCU, Bukan Sekadar Cek Kesehatan

Salah satu manfaat utama MCU adalah membantu mendeteksi penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi maupun risiko kanker sebelum gejala muncul.

Deteksi lebih awal memberikan kesempatan untuk melakukan langkah pencegahan dan pengendalian sehingga penyakit tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Hasil MCU juga dapat menjadi dasar bagi dokter untuk memberikan rekomendasi mengenai pola hidup. Seseorang dapat mengetahui langkah yang perlu dilakukan terkait pola makan, aktivitas fisik, maupun kebiasaan sehari-hari berdasarkan kondisi kesehatannya.

Selain manfaat kesehatan, pemeriksaan rutin juga dapat memberikan keuntungan dari sisi finansial. Mengetahui risiko penyakit lebih awal berpotensi membantu mengurangi beban biaya pengobatan ketika penyakit sudah memasuki tahap yang lebih berat.

MCU juga dapat memberikan rasa aman bagi individu dan keluarga karena kondisi kesehatan dapat diketahui dan dipantau secara berkala.

Apakah MCU Bisa Ditanggung BPJS?

Meski memiliki banyak manfaat, MCU mandiri yang dilakukan atas kemauan sendiri tanpa indikasi medis tidak ditanggung BPJS Kesehatan.

Namun, peserta BPJS tetap dapat memanfaatkan program skrining kesehatan yang disediakan secara gratis sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit.

Salah satunya melalui Skrining Riwayat Kesehatan di aplikasi Mobile JKN. Peserta dapat menjawab pertanyaan mengenai pola hidup dan riwayat kesehatan keluarga.

Jika hasil skrining menunjukkan risiko tinggi terhadap penyakit tertentu, peserta dapat diarahkan ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk memperoleh penanganan atau pemeriksaan lanjutan sesuai ketentuan.

BPJS Kesehatan juga menyediakan skrining khusus di FKTP, seperti pemeriksaan kanker leher rahim melalui IVA atau Pap Smear bagi perempuan yang sudah menikah, serta pemeriksaan gula darah dan tekanan darah bagi peserta yang memiliki risiko atau terdaftar dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).

Sementara itu, pemeriksaan penunjang seperti tes darah, urine, rontgen, dan EKG dapat ditanggung BPJS apabila terdapat indikasi medis, dilakukan berdasarkan rekomendasi dokter, atau berkaitan dengan pengelolaan penyakit kronis sesuai ketentuan yang berlaku.

Mengapa MCU Penting Dilakukan?

Pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu seseorang mengetahui kondisi tubuh sebelum muncul gangguan kesehatan yang lebih serius. MCU juga memungkinkan faktor risiko penyakit diketahui lebih awal sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan.

Bagi perusahaan, MCU karyawan dapat menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang memperhatikan kesehatan sumber daya manusia.

Melalui program MCU berbasis AI tersebut, Bank Tata Asia berharap kebiasaan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat tumbuh di lingkungan kerja. Karyawan juga diharapkan semakin peduli terhadap kondisi tubuh dan menerapkan gaya hidup yang lebih sehat.

Investasi pada kesehatan sumber daya manusia pada akhirnya diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap produktivitas, kualitas pelayanan, dan daya saing perusahaan dalam jangka panjang

Ketua DPR RI Puan Maharani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat

Puan Soroti Kasus Nakes Cibir Pasien BPJS: Pelayanan Kesehatan Tak Boleh Hilang Empati

Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti kasus viral di media sosial terkait dugaan nirempati para tenaga kesehatan (nakes) yang merundung pasien BPJS Kesehatan.

img_title
VoxPop.co.id
8 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut