Ma'ruf Amin Wanti-wanti NU: Jangan Rebutan Tambang!
- Sekretariat Wakil Presiden
Jakarta, VoxPop – Wakil Presiden (Wapres) ke-13 RI, Ma'ruf Amin mengingatkan Nahdlatul Ulama (NU) untuk hati-hati dan tidak mudah terkena jeratan tambang. Dia tidak ingin NU saling berebut konsesi tambang.
Hal itu disampaikan Ma'ruf Amin saat berpidato dalam acara "Halaqoh Kebangsaan dan Qanun Asasi," yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Dia awalnya menyampaikan terdapat dua pandangan ulama untuk memakmurkan bumi. Pertama, menjaga yang baik itu dalam kebaikannya dan tak merusak.
"Jadi menjaga yang baik tetap baik, dan tidak melakukan pengrusakan," kata Ma'ruf.
Kedua, menambah yang baik menjadi lebih baik. Menurutnya, hal itu bisa dilakukan dengan inovasi atau hilirisasi.
"Yang tadinya cukup kita air hanya dari hujan dalam pertanian, kita melakukan rekayasa, membangun bendungan, membuat irigasi, ya, dan sebagainya, tersier, ya, primer, dan sebagainya," ungkap Ma'ruf.
Selanjutnya, kata Ma'ruf Amin, dilakukan pengembangan teknologi. Dengan begitu, dia meyakini, akan membuat hal baik menjadi lebih baik.
Ma'ruf Amin lantas mewanti-wanti NU agar tak terkena jerat tambang.
"Hati-hati gitu. Jangan sampai kita kena jerat tambang. Jangan rebutan tambang, noh NU itu sudah punya tambang sendiri tuh," ungkap dia.
"Nah itu, tapi ini sebenarnya muqawwimatul hayah yang diajarkan oleh NU. Bagaimana kita melakukan inovasi untuk an tazīdas-shāliha shalāhan. Jadi, begitu kita memakmurkan, kita menyiapkan sumber dayanya, kita melakukan ini. Ini bagian daripada misi besar para ulama," tandas Ma'ruf Amin.
