Bupati Purwakarta Pikul 50 Kg Beras Buat Warga Miskin
Selasa, 2 Februari 2016 - 10:26 WIB
Sumber :
- Jay Bramena/ VoxPop.co.id
VoxPop.co.id - Mendapatkan pesan singkat dari masyarakat yang mengaku tidak memiliki bahan makanan pokok. Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi tak segan untuk mendatangi rumah warganya itu. Di kampung Panenjoan, Desa Salam Mulya, Kecamatan Pondok Salam, Dedi datang memikul sekarung beras tanpa dibantu bawahannya.
Baca Juga
Dengan kondisi bercucuran keringat, setibanya di rumah pasangan Uris dan Karsem itu, Dedi langsung menyerahkan beras seberat 50 Kilogram itu.
"Saya terima SMS bahwa ada warga yang tidak punya beras untuk memasak, maka langsung saya siapkan beras untuk kebutuhan mereka," kata Dedi di kampung Panenjoan, Selasa 2 Februari 2016.
Dedi menerima SMS tersebut ketika hari sudah malam, dan ia langsung meminta stafnya menyediakan beras. "Saya terima laporan, dan langsung siapkan beras untuk kebutuhan mereka," jelas Dedi.
Sementara, Uris dan isterinya Karsem, tinggal di gubuk berukuran 3x5 meter, berdinding bilik dan berlantaikan tanah. Rumah tersebut, juga ditempati dua anak pasangan itu, yaitu Dedeh (28), dan Abidin (23), serta cucu mereka. Adalah Abidin yang mengadukan masalah mereka kepada Dedi via SMS.
"Kemarin saya inisiatif SMS ke nomor SMS center pak Bupati dan alhamdulillah direspons langsung," tutur anak Uris, Abidin.
Saat bertemu Dedi, Uris menceritakan kesulitannya mencari nafkah untuk keluarga, bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kini, seluruh harta bendanya sudah habis terjual.
"Kondisinya semakin parah setelah anak saya Abidin di-PHK, dan Dedeh ditinggal suaminya meninggal," kata Uris menceritakan kesusahannya pada Bupati Dedi.
Menanggapi masalah warganya ini, Dedi berjanji akan membantu keluarga tersebut.
Dedi juga menuturkan bahwa laporan melalui SMS center ini adalah jembatan dirinya agar bisa berkomunikasi secara langsung dengan warganya. Kejadian serupa bukan kali pertama terjadi, sejak pertama kali menjabat sebagai Bupati Purwakarta layanan ini sudah ia buka. Terkadang, ia juga mendapati permintaan yang lucu dan unik dari warganya.
"Itu upaya kita dalam menampung aspirasi dan keluhan masyarakat, dibuka pertama kali saya menjabat ketika tahun 2008. Bukan hanya keluhan, bahkan hingga masyarakat yang meminta nama anak untuk bayinya ada," ungkap Dedi.
Halaman Selanjutnya
