Damayanti Didakwa Terima Miliaran Rupiah
- ANTARA FOTO/Reno Esnir
Pertemuan kembali digelar pada bulan Oktober 2015 di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan. Pertemuan itu dihadiri oleh Amran, Damayanti, Dessy, Julia, Budi Supriyanto serta dua orang anggota Komisi V DPR dari fraksi PKB, Fathan dan Alamuddin Dimyati Rois.
Ketika itu, Amran menyebut ada fee sebesar 6 persen dari nilai besaran program pembangunan yang akan diberikan kepada masing-masing anggota Komisi V DPR. Fee tersebut akan disiapkan oleh masing-masing rekanan yang menggarap proyek.
Atas hal tersebut, Damayanti, Budi, Fathan dan Alamuddin menyatakan kesiapannya menjadikan program pembangunan BPJN IX sebagai usulan 'program aspirasi'. Namun, 'program aspirasi' dari Fathan dan Alamuddin tidak masuk dalam daftar program yang dikeluarkan oleh Kementerian PUPR.
Pertemuan kembali digelar antara Damayanti, Dessy dan Julia dengan Abdul Khoir. Pertemuan itu membahas program aspirasi Damayanti yakni pelebaran jalan Tehoru-Laimu senilai Rp41 miliar dan program aspirasi Budi yakni rekontruksi jalan Werinama-Laimu senilai Rp50 miliar yang akan dikerjakan Abdul Khoir.
Abdul Khoir lantas menyetujui fee sebesar 8 persen untuk Damayanti, Julia dan Dessy dari nilai program aspirasi Damayanti. Fee sebesar 8 persen itu direalisasikan dengan pemberian uang sebesar 328 ribu dolar Singapura dari Abdul Khoir elalui Erwantoro kepada Damayanti, Dessy dan Julia pada 25 November 2015.
Selain itu, Abdul Khoir juga sempat memberikan uang Rp1 miliar atas permintaan Damayanti untuk keperluan pilkada di Jawa Tengah. Uang itu lantas diberikan pada calon wali kota Semarang, Hendrar Prihadi sebesar Rp300 juta dan kepada calon bupati dan calon wakil bupati Kendal, Widya Kandi Susanti dan Gus Hilmi masing-masing sebesar Rp150 juta. Sementara sisanya, dibagi-bagi antara Damayanti, Julia dan Dessy.
Terkait fee untuk Budi, Abdul Khoir memberikannya melalui Damayanti. Fee sebesar 404 ribu dolar Singapura itu diberikan pada 7 Januari 2016 dari Abdul Khoir kepada Julia. Uang sebesar 305 ribu dolar Singapura diserahkan pada Budi, sedangkan sisanya dibagi-bagi kepada Damayanti, Julia dan Dessy sebagai imbal dari pengurusan fee. Namun usai penyerahan uang tersebut, Damayanti, Julia, Dessy serta Abdul Khoir ditangkap petugas KPK.
