Polri Menduga Vaksin Palsu Masih Beredar di Pasar
Selasa, 28 Juni 2016 - 08:50 WIB
Sumber :
- Syaefullah/ VoxPop.co.id
Namun, hal ini justru yang membuatnya khawatir. Sebab, vaksin palsu tidak memiliki fungsi memperkuat sistem kekebalan tubuh, sehingga anak tetap rawan terkena penyakit. Di sisi lain, orang tua yakin anaknya telah imun dari penyakit, sehingga memiliki rasa sugesti bahwa mereka tidak bisa terjangkit virus atau bakteri tertentu.
"Jadi sugesti saja, saat terjadi wabah dia rentan kena, ini dampak yang signifikan," ucap Piprim.
Untuk itu, dia menyarankan agar orang tua yang yakin jika vaksinasi terhadap anaknya dulu palsu, agar kembali berkonsultasi dengan dokter anak mereka. Sebab, anak bisa mendapatkan vaksinasi ulang jika masih memenuhi syarat perkembangan usia.
"Ada yang namanya catch up imunisasi, itu sesuai usianya," kata Piprim.
Hoaks, WHO Temukan Vaksin COVID-19 Palsu di Indonesia
Beredar informasi di media massa yang menyatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan vaksin COVID-19 palsu di Indonesia.
VoxPop.co.id
20 Agustus 2021
