- VoxPop.co.id/M. Ali. Wafa
VoxPop.co.id – Siang itu, puluhan orang terlihat berkerumun di lobi rumah sakit Harapan Bunda Kramat Jati Jakarta Timur. Beberapa di antara mereka terlihat menangis dan meneriaki petugas Rumah Sakit, Minggu, 17 Juli 2016. Mereka adalah orangtua dari korban vaksin palsu.
Warga menunjukkan sejumlah kuitansi saat mendatangi Rumah Sakit Harapan Bunda di Jakarta Timur, untuk meminta kejelasan tentang dugaan anaknya mendapat vaksin palsu dari rumah sakit tersebut, Jumat, 15 Juli 2016. (VoxPop.co.id/Muhamad Solihin)
Sejak pukul 09.00 WIB jumlah orangtua korban terus berdatangan hingga memadati halaman rumah sakit. Setelah menunggu hampir satu jam, petugas pendataan baru muncul. Tidak lama setelahnya seorang keluarga korban vaksin palsu RS Harapan Bunda bernama Herlin langsung meluapkan amarahnya.
"Ke mana saja telat? Dari kemarin didata doang," kata Herlin penuh emosi, begitu petugas pendataan tiba.
Kericuhan tak terhindarkan ketika puluhan orangtua berkerumun meminta pertanggungjawaban dari rumah sakit, beberapa di antaranya bahkan histeris. Sementara itu, polisi dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang berjaga tampak berusaha menenangkan keluarga korban lainnya.
Seorang anak bersama orangtua korban vaksin palsu mendatangi Crisis Center Korban Vaksin Palsu di Rumah Sakit Harapan Bunda, Jakarta, Rabu, 20 Juli 2016. (VoxPop.co.id/M Ali Wafa)
Rumah sakit Harapan Bunda adalah satu dari 14 rumah sakit yang disebutkan Kementerian Kesehatan sebagai salah satu rumah sakit yang menggunakan vaksin palsu. Satu hari setelah Kemenkes mengumumkan 14 nama Rumah Sakit, Bidan dan Klinik Kesehatan yang menjual dan menyediakan vaksin palsu pada Rabu 13 juli 2016 lalu, para orangtua korban vaksin palsu buru-buru menyerbu rumah sakit yang disebutkan.
Ya, belum lama ini kasus vaksin palsu menggemparkan Tanah Air. Sepanjang pertengahan tahun media massa dipenuhi pemberitaan seputar vaksin palsu, sehingga mendominasi isu kesehatan nasional di tahun 2016.
Kasus ini berawal dari penggerebekan gudang pabrik pembuatan vaksin palsu di wilayah Pondok Aren, Tangerang Selatan, pada Rabu, 22 Juni 2016. Pabrik tersebut memproduksi sejumlah vaksin palsu, mulai dari vaksin campak, polio, hepatitis B, tetanus, dan BCG. Vaksin palsu tersebut diperjualbelikan ke sejumlah rumah sakit di DKI Jakarta dan Jawa Barat.
