Mengapa Gempa Italia Memakan Banyak Korban? Ini Jawabannya

Bangunan yang hancur akibat gempa di Italia, 24 Agustus 2016.
Sumber :
  • Reuters/Adamo Di Loreto

Kualitas bangunan juga menentukan tingkat kerusakan. Bangunan tembok sederhana tanpa besi tulangan mudah rusak diguncang gempa. Beberapa laporan menunjukkan bahwa banyak bangunan rumah di Italia tengah ternyata tidak memiliki standar bangunan yang aman gempa bumi. 

img_title Tiga Wilayah Diprakirakan Hujan Petir saat Siang

"Di sana (Italia) banyak bangunan tua “unreinforced masonry building” yaitu bangunan batu bata sederhana tanpa besi tulangan yang mudah rusak atau rubuh saat diguncang gempa kuat," ujarnya.

5. Kondisi topografi

img_title Bali Diguncang Gempa 5,2 SR

Efek topografi saat gempa bumi juga menjadi faktor yang dapat memperbesar efek gempa. Semakin tinggi tempat di perbukitan akan memicu tingginya percepatan getaran tanah. Kerusakan akibat efek topografi terjadi karena amplifikasi horizontal lebih besar daripada vertikalnya. 

Dalam hal ini semakin curam lereng perbukitan, makin besar amplifikasinya. Zona gempa Italia tengah terletak di jalur Pegunungan Apennines. Gempa yang terjadi dapat memicu terjadinya efek topografi karena wilayahnya merupakan kawasan perbukitan.

img_title Hujan Berpotensi Guyur Jabodetabek Sepanjang Hari Ini
Kondisi kabut asap terlihat jelas kualitas udara dan jarak pandang terbatas. (Foto: Rochman/TIMES Indonesia)

Minggu, Udara di Palembang Masuk Level Bahaya

Sore hari dihimbau warga tak keluar rumah

img_title
VoxPop.co.id
22 September 2019
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut