Memanen Air dari Kincir 'Habibie' di Banjarnegara

Kincir air karya asli warga lulusan Sekolah Dasar, Irhamto (36), menjadi solusi krisis air bagi warga di desa-desa Kabupaten Banjarnegara, Selasa (20/12/2016)
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Dwi Royanto

"Alat yang saya buat ini sangat hemat. Kalau warga harus menaikkan air pakai diesel, pasti butuh bahan bakar minyak (BBM) yang banyak. Sedangkan pakai kincir air ini, hanya butuh perawatan saja," ujar bapak dua anak itu.

img_title Presiden Prabowo Tiba di Jateng, Tinjau Pengelolaan Sampah hingga Proyek Hilirisasi

Lulusan SD
Sebagai penemu, Irhamto bukanlah seorang sarjana perguruan tinggi. Pria kelahiran Pekalongan, 20 Juli 1979 itu hanya tamat Sekolah Dasar (SD), tepatnya di SD Karang Tengah, Kecamatan Batur, Banjarnegara.

Di tanah kelahirannya, Irhamto dibesarkan oleh keluarga yang terbilang penuh keterbatasan. Sehingga untuk mencukupi hidup, ia terbiasa mandiri dan melakukan apa-apa sendirian. "Saat kecil, saya sering diolok-olok teman. Mereka sering bilang saya 'Habibie', karena sering buat sendiri mainan saya. Seperti sepeda ontel rakitan, mobil-mobilan hingga miniatur mainan lainnya," kenang Irhamto.

img_title Terbongkar! Jateng-Jatim Jadi ‘Surga’ Mafia BBM dan LPG Subsidi dengan Kerugian Tembus Rp243 M

Sejak saat itu, Irhamto terus mengembangkan bakatnya secara otodidak. Untuk pompa air tenaga kincir air miliknya ditemukan pertama tahun 2012 lalu di di Ponowareng, Banjarnegara. Alat yang pertama kali dibuat adalah sebuah pompa kincir berkekuatan 75 vertical dan mampu mengaliri 150 rumah warga kekurangan air bersih.

"Pertama kali buat habis Rp45 juta. Saya biayai pribadi dengan utang di bank. Lalu saya lakukan eksperimen ngelas sendiri," ujarnya.

img_title Efisiensi Energi, ASN dan Kepala Daerah di Jateng Diminta Naik Sepeda atau Lari

Kincir air penyedot air buatan Irhamto lalu dinyatakan sebagai teknologi tepat guna. Oleh Bappeda Banjarnegara, ia diminta membuat pompa air tenaga kincir air itu ke sejumlah desa yang kesulitan air. Sampai akhirnya pada 2013 alat itu menang lomba kreasi dan inovasi tingkat kabupaten.

Lalu di tahun 2014, inovasi Irhamto meraih juara satu dari Badan Penelitian dan Pengembangan Jawa Tengah. Di tahun yang sama kincir ajaib buatan Irhamto kemudian mendapatkan Hak atas Kekayaan Intelektual (Haki) di Indonesia.

"Saat juara provinsi, saya pernah dipanggil Insinyur Hamto oleh pembawa acara (MC), karena nama depan saya IR. MC tahunya saya seorang insinyur, padahal hanya tamat SD," ujar Irhamto.

Anak-anak menikmati air bersih di Banjarnegara Jawa Tengah

FOTO: Anak-anak di Desa Pandansari Kabupaten Banjarnegara menikmati mandi dengan air bersih yang dialirkan dari mesin kincir air ciptaan warga desa, Selasa (20/12/2016)/Dwi Royanto

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut