Memanen Air dari Kincir 'Habibie' di Banjarnegara
- VoxPop.co.id/Dwi Royanto
Di kancah nasional, alat itu pun mendapat perhatian khusus. Terbukti saat gelaran Hari Teknologi Nasional (Harteknas) di 2015, Jawa Tengah akhirnya memboyong penghargaan Budi Pura Kencana dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.
Secara keseluruhan pompa air tenaga kincir buatan Irhamto telah diuji coba di sembilan wilayah di Indonesia. Masing-masing tujuh alat di Banjarnegara, satu alat di Banyumas dan satu lagi di Ciremai, Jawa Timur. Akhir tahun ini, alat itu diminta untuk dipasang di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Organisasi otomotif ternama Indonesia juga sudah minta saya untuk mengujicoba alat saya ke daerah terisolir di Nusa Tenggara Timur," ujarnya menambahkan.
Dilirik Jepang
Profil Irhamto mampu membuat pompa air hemat energi dan ramah lingkungan rupanya dilirik oleh negara lain. Sebuah universitas terkemuka di Jepang bahkan beberapa kali membuat penawaran agar Irhamto bisa mengaplikasikan temuannya di sana.
"Katanya alat ini mau diterapkan dalam temuan teknologi tepat guna di Nepal. Tapi saya belum siap, soalnya persiapan bahasa juga," katanya.
Hingga kini, Irhamto terus berkarya mengembangkan alat itu di bengkel sederhana miliknya di Banjarnegara dan Banyumas. Bersama empat temannya, ia juga membuka pelatihan singkat terkait teknologi pompa air kincir air itu.
"Saya hanya ingin alat ini jadi produk kemasyarakatan untuk diberdayakan. Setidaknya, saya bisa memberikan sumbangsih daulat energi di pedesaan. Ikut nyengkuyung (bantu) pogram pemerintah juga, " tutur dia.
Sementara, Kepala Balitbang Jawa Tengah, Tegoeh Winarno Haroeno mengaku sangat mengapresiasi temuan penting Irhamto. Menurut Tegoeh, alat itu menjadi bagian dari visi misi Jateng yakni kedaulatan atau kemandirian enegi. "Kalau energi fosil sudah banyak dan habis. Tapi energi terbarukan khususnya air kita berdayakan. Seperti apa yang kita lakukan di desa Pandansari ini, " katanya.
Lebih jauh, Tegoeh mengaku telah mengembangkan pompa air tenaga kincir milik Irhamto sebagai alat multifungsi. Selain untuk menyedor air, tapi juga sebagai pembangkit listrik. "Apa yang Balitbang lakukan ini jadi rintisan. Selanjutnya kita usulkan untuk dihilirisasi melalui replikasi di dinas PSDA untuk pompa. Sementara untuk listrik kita rekomendasi ke Dinas ESDM."
