Waspada Kombatan ISIS Kembali ke Indonesia
- thedailybeast.com
Kemudian, pemerintah harus meningkatkan pengawasan intelijen, terutama di daerah yang dijadikan basis.
Selain itu, ia juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk tak segan-segan untuk melakuan sweeping secara intensif terhadap bahan peledak dan senjata api yang belakangan ini beredar cukup masif di Indonesia.
"Yang tak kalah penting, pemerintah harus terus melakukan pembinaan terhadap masyarakat agar bisa memotong hubungan antara kombatan ISIS itu dengan warga," katanya.
Sebagai informasi, Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius pernah mengungkap bahwa setidaknya ada 500 WNI yang bergabung dengan ISIS di Syria. Sebagai catatan, sekitar 69 WNI telah meninggal dunia dalam pertempuran di Syria maupun Irak.
Informasi lain datang dari Lembaga analis keamanan dan intelijen, Soufan Group (2015), yang memperkirakan 700 WNI telah bergabung dengan ISIS. Mereka konon telah menyatu dengan para kombatan dari Malaysia dan Filipina, guna membentuk Katibah Nusantara (Satuan Tempur Nusantara).
