Puncak Kemarau Tiba, Ikan Raksasa Menepi ke Pantai

Aktivitas nelayan sedang melakukan bongkar muat ikan di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta, Rabu (9/8/2017)
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Makna Zaezar

VoxPop.co.id – Pertanda puncak musim kemarau telah dirasakan sebagain nelayan di Pantai Selatan Yogyakarta. Cuaca dingin dan angin yang bertiup kencang, memaksa mereka tak bisa melaut ke tengah.

img_title Program B50 Butuh Rp 32,3 Triliun di 2026, BPDP Pastikan Kesiapan Anggaran

Meski begitu, fenomena kemarau tetap memberi berkah bagi para nelayan. Sebabnya, ikan-ikan berukuran besar justru menepi ke pinggir untuk mencari suhu yang hangat.

"Setiap tahun mendekati puncak musim kemarau, ikan yang ada di lautan dalam akan mencari air yang suhunya lebih hangat," ujar Sadino, seorang nelayan di Pantai Samas Kabupaten Bantul Yogyakarta, Kamis, 10 Agustus 2017.

img_title HNSI Sebut Kebijakan Prabowo Turunkan Harga BBM Khusus Nelayan Ringankan Beban Operasional

Karena itu, tanpa harus ke tengah laut, cukup dengan menebar jaring di tepi dengan menggunakan jaring Eret, kini para nelayan bisa mengumpulkan ikan berukuran besar dengan berat rata-rata di atas 10 kilogram.

"Jika beruntung sekali menjaring bisa menangkap 50 kilogram ikan dengan bobot ikan per ekor di atas 10 kilogram," ujar Sadino.

img_title Prabowo Turunkan Harga BBM Kapal 30-200 GT jadi Rp15.000 per Liter

Ikan-ikan 'raksasa' dari laut dalam yang menepi ke pantai, kata Sadino, umumnya berupa ikan berkualitas yang memiliki harga jual tinggi di pasaran. Misalnya, ikan Kakap Putih dan Kakap Kuning.

"Kakap putih per kilonya dihargai Rp20 ribu sedangkan kakap kuning dihargai Rp125 ribu per kilogramnya," kata Sadino.

Jaring Eret ala nelayan Yogyakarta, berupa jaring yang dipasang di tepi pantai dengan panjang antara 200 meter hingga 300 meter.

Karena itu, untuk menarik jaring ini membutuhkan banyak orang. Sekurangnya dua orang. "Berat sekali menarik jaringnya. Apalagi jika terdapat ikan," tambah nelayan lainnya, Mugari.

El Nino.

El Nino Makin Kuat, BMKG Ungkap Kondisi Cuaca Indonesia Terkini

BMKG menjelaskan penyebab hujan masih terjadi di sejumlah wilayah meski El Nino sudah memasuki level kuat. Ini fenomena atmosfer yang menjadi pemicunya.

img_title
VoxPop.co.id
1 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut